YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Sejumlah pelaku wisata yang ada di Kota Yogyakarta siap menyambut pelaksanaan Wajib Halal 2026 yang akan dimulai pada bulan Oktober mendatang. Mereka telah diberikan pendampingan untuk memberikan rasa aman bagi jutaan wisatawan yang akan datang.
Upaya menyiapkan pelaku wisata ini terus dilakukan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta untuk mendongkrak kualitas, standar higienitas, dan daya saing pariwisata daerah. Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BOB) untuk memberikan rasa aman (peace of mind) bagi jutaan wisatawan.
“Sertifikat halal kini bukan lagi sekadar pemenuhan kaidah keagamaan, melainkan telah bergeser menjadi standar gaya hidup universal yang inklusif,” kata plt dirut BOB Yusuf Hartanto, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, konsep halal telah menjadi standar universal yang diterima masyarakat global karena mencerminkan gaya hidup sehat, kebersihan higienis, keterbukaan proses, dan mutu tinggi.
“Destinasi yang siap dengan ekosistem halal akan memenangkan persaingan pasar internasional,” katanya.
Kepemilikan sertifikat halal pada produk makanan dan minuman akan menjadi nilai tambah untuk mendongkrak nilai jual destinasi wisata di Yogyakarta. Apalagi diperkirakan ada ada 11 juta wisatawan yang bakal berkunjung.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
