Ketua Pelaksana Kegiatan, Ahmad Ridwan, membeberkan rahasia sukses acara ini. Strateginya adalah mengombinasikan ilmu tingkat tinggi dengan aksi sosial yang membumi lewat dua agenda utama workshop pakar dan layanan pengobatan gratis.
“Warga tidak sekadar mendengarkan ceramah akademis yang membosankan. Para pakar langsung mempraktikkan ilmu, seperti terapi Akupuntur, terapi pijat, pemanfaatan jamu/herbal, terapi kebugaran,” katanya.
Begitu sesi teori dan demonstrasi selesai, warga mengantreuntuk menikmati seluruh fasilitas pelayanan pengobatan tradisional secara cuma-cuma.
Lewat kolaborasi Kampung Emas ini, UNY membuktikan bahwa pengobatan tradisional bukan soal masa lalu yang mistis, melainkan masa depan kesehatan Indonesia yang ilmiah, legal, dan menyehatkan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
