Industri Kreatif Boyolali Digenjot Tembus Pasar Global, Standarisasi Jadi Kunci

Tim iNews.id
Seminar “Transformasi Industri Kreatif Boyolali Menuju Pasar Global” diikuti puluhan pelaku UMKM, Rabu (29/4/2026). Foto: Ist/

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Upaya mendorong industri kreatif di Kabupaten Boyolali agar mampu bersaing di pasar internasional terus digencarkan. Salah satunya melalui seminar bertema “Transformasi Industri Kreatif Boyolali Menuju Pasar Global” yang digelar di Nadya Hotel Boyolali, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi mantan anggota DPR RI periode 2014–2019, Endang Srikarti Handayani ini diikuti sekitar 100 pelaku industri kreatif. Seminar juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Boyolali, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Kreatif, Kadin, Hipmi, Asabri, serta sejumlah pengusaha lokal.

Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber yakni Direktur Harmoni Corpora Asla, Istanto Admojo, serta Marketing Manager Indo Risakti, Riris Simanjuntak. Keduanya membahas strategi pengembangan produk hingga pemasaran agar mampu menembus pasar global.

Endang Srikarti Handayani mengatakan, seminar ini menjadi langkah awal untuk mendorong pelaku industri kreatif Boyolali agar tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.

“Boyolali punya potensi besar, mulai dari susu, jamu, batik, hingga produk kreatif lainnya. Tinggal bagaimana kita dorong kualitas dan standar produknya agar bisa diterima di pasar global,” ujarnya.

Menurutnya, standarisasi produk menjadi salah satu kunci utama. Karena itu, pelaku industri didorong untuk memenuhi sertifikasi seperti ISO guna memperkuat daya saing, khususnya dalam ekspor.

Sementara itu, narasumber Istanto Admojo menilai tantangan utama industri kreatif Boyolali bukan pada potensi, melainkan pada pengemasan dan strategi pemasaran. Ia menyebut masih banyak pelaku usaha yang berjalan sendiri-sendiri dan belum terintegrasi.

“Daerah lain seperti Yogyakarta atau Bali sudah mampu menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar internasional. Boyolali sebenarnya punya potensi yang sama, tinggal bagaimana dikemas dan dipasarkan,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Boyolali menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor industri kreatif. Bupati Boyolali Agus Irawan melalui Staf Ahli Puji Astuti menegaskan pentingnya transformasi digital dalam memperluas jangkauan pasar.

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memberikan pelatihan, kemudahan perizinan, serta fasilitasi promosi bagi pelaku usaha.

Dukungan juga datang dari DPRD Boyolali. Anggota Komisi I, Agus Ali Rosidi, menyebut pihaknya akan mengawal penguatan anggaran sektor ekonomi kreatif dalam pembahasan KUA-PPAS 2027.

Salah satu peserta seminar, Agus Susilo, pelaku UMKM kerajinan tembaga, mengaku kegiatan ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan daya saing.

“Saya sangat setuju dengan adanya seminar ini. Harapannya, UMKM Boyolali, khususnya di sektor ekonomi kreatif, bisa bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, industri kreatif Boyolali diharapkan tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus dan bersaing di pasar global.

Editor : Tata Rahmanta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network