Selain itu penuturan cerita didukung dengan vokal lagu, yang tidak sekadar kata-kata dalam tembang yang kaku. Kini lebih dinamis dan mudah dicerna oleh anak-anak.
“Perlombaan ini antar kecamatan. Nanti pemenang akan mewakili Kulonprogo untuk tampil di tingkat DIY,” katanya.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan menyambut positif kegiatan ini. Gelaran seperti ini menjadi bagian vital dari upaya pelestarian nilai-nilai budaya. Ada kekhawatiran jika pengenalan budaya asli tidak digencarkan sejak dini kepada siswa SD, maka identitas lokal akan hilang tergerus zaman.
“Kegiatan seperti ini untuk mengenali akar budaya, suka dan mau nguri-nguru agar tetap relevan,” katanya.
Selain sebagai wadah kreativitas, keikutsertaan para penari dan aktor cilik ini juga memberikan keuntungan praktis. Prestasi dan partisipasi siswa dalam ajang seni budaya ini dapat menjadi penambah poin pada sertifikat nilai, yang berguna bagi jenjang pendidikan mereka selanjutnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
