Melihat Langen Carito, Opera Berbahasa Jawa yang Kaya Nilai Edukasi

Kuntadi
Salah satu kontingen dalam Festival langen Carito di Taman Budaya Kulonprogo, Senin (13/4/2026). (foto: istimewa)

KULONPROGO, iNewsboyolali.id - Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo menggelar festival Langen Carito yang digelar di Auditorium Taman Budaya Kulon Progo, 12-13 April lalu. Pertunjukkan ini menarik untuk diikuti karena menampilkan anak-anak SD dalam bermain gamelan, Nembang sebagai bagian upaya pelestarian nilai seni dan budaya Jawa.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan, Langen Carito merupakan opera tradisional berbahasa Jawa yang biasanya mengangkat kisah pewayangan atau legenda klasik. Namun mereka menampilkan dengan wajah baru agar lebih menarik ditonton tanpa mengurangi esensi dan nilai-nilai yang ada di dalamnya.

Gelaran kali ini tampil dengan wajah baru dengan mengusung tema lingkungan. Hal ini disesuaikan dengan kondisi yang ada di masyarakat dengan banyaknya banjir, tanah longsor, persoalan sampah dan beberapa pernak-pernik di belakangnya. 

“Tahun ini mulai bergeser ke ranah edukasi sosial, khususnya mengenai pelestarian alam dan lingkungan, sampah hingga bencana alam,” katanya. 

Inovasi tema ini bertujuan agar seni tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi masyarakat modern. Langen Carito bukan sekadar gerak dan tari, tapi media dialog antara tradisi dan realitas lingkungan kita saat ini.

Secara teknis, Langen Carito memiliki karakteristik yang unik dibandingkan jenis pertunjukan Jawa lainnya. Sebab seluruh dialog atau dikenal dengan ontowacono menggunakan bahasa Jawa dengan intonasi khasnya. 

Editor : Tata Rahmanta

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network