BLORA, iNewsBoyolali.id – Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memicu banjir di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Cepu, Senin (13/4/2026) sore. Ketinggian air bahkan dilaporkan mencapai hingga 1 meter dan merendam permukiman warga.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora mencatat sedikitnya tujuh kelurahan terdampak banjir. Genangan air bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1 meter, menyebabkan aktivitas warga terganggu.
Tak hanya merendam rumah, air juga meluber ke badan jalan dan sempat mengganggu arus lalu lintas di beberapa titik. Sejumlah ruas seperti Jalan Stasiun Kota, Pertigaan Kapur Tulis, Jalan Gajah Mada, hingga depan SMP Negeri 4 Cepu di Desa Mulyorejo turut tergenang.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, dan relawan langsung turun tangan melakukan penanganan. Evakuasi warga, termasuk balita yang terjebak banjir, dilakukan guna mengantisipasi risiko lebih besar.
Petugas TRC BPBD Blora, Agung Triyono, mengatakan pihaknya masih bersiaga di lokasi karena kondisi air sempat belum menunjukkan tanda-tanda surut.
“Kami terus melakukan pemantauan dan evakuasi warga di titik-titik terdampak,” ujarnya.
Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono, menambahkan bahwa petugas juga melakukan pengalihan arus lalu lintas di lokasi genangan yang cukup dalam untuk mencegah kendaraan mogok. Selain itu, tim melakukan monitoring debit air dan pendataan kerugian warga.
Banjir mulai terpantau sejak pukul 17.30 WIB. Namun, hingga pukul 21.30 WIB, intensitas hujan berangsur mereda dan genangan air di sejumlah titik seperti Kampung Ngareng dan Pertigaan Kapur Tulis mulai surut.
Akses jalan utama, termasuk jalur Cepu–Randublatung di depan SMP Negeri 4 Cepu, kini sudah bisa dilalui kendaraan. Meski demikian, pengendara diimbau tetap berhati-hati karena kondisi jalan licin akibat sisa lumpur.
Dalam peristiwa ini, tidak ada laporan korban jiwa. Meski situasi mulai kondusif, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
