Perwakilan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulon Progo, Wahyu W. Senoaji, memaparkan bahwa progres pembangunan saat ini telah menyentuh angka 45 persen. Ia menilai capaian ini sebagai salah satu proses yang paling cepat dan sesuai dengan garis perencanaan.
“Diharapkan bulan Juni secara fisik sudah siap sehingga Juli bisa beroperasi,” katanya.
Untuk mempercepat pembangunan, satker sudah menambah personel. Pembangunan dikerjakan secara serentak, baik dari fasilitas SD, SMP, SMA, hingga sarana penunjang operasionalnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat DIY di Lendah ini diharapkan menjadi monumen harapan baru bagi masyarakat Kulon Progo, memberikan ruang belajar yang layak, dan menjamin hak pendidikan bagi setiap anak tanpa terkecuali
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
