Selama pelatihan, para personel menerima materi intensif dari instruktur Brimob, mulai dari navigasi darat, pemetaan lokasi, penggunaan kompas dan GPS, teknik pencarian korban, pertolongan pertama, hingga metode evakuasi di medan sulit. Berbagai simulasi situasi darurat juga diberikan untuk menguji respons cepat dan koordinasi tim SAR dalam kondisi nyata.
Selain praktik lapangan, peserta juga mendapat pembekalan mengenai prosedur keselamatan personel, manajemen operasi penyelamatan, serta teknik komunikasi lapangan yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi SAR.
Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta pelatihan yang berharap dapat menerapkan ilmu tersebut dalam tugas kepolisian sehari-hari, terutama saat terjadi bencana yang membutuhkan penanganan cepat dan terukur.
Kapolres Boyolali menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas personel sekaligus memperkuat sinergi antara Polres, Brimob, dan instansi terkait lainnya dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Boyolali dan sekitarnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
