get app
inews
Aa Text
Read Next : Gudang Rosok di Boyolali Terbakar, Api Nyaris Ludeskan Bangunan Joglo Ponpes

Heboh! 17 Siswa SMPN 6 Boyolali Sakit Usai Santap Menu MBG

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:01 WIB
header img
Petugas medis memeriksa siswa SMP Negeri 6 Boyolali yang mengalami keluhan, Kamis (20/8/2026). (Foto: Istimewa).

BOYOLALI, lNewsBoyolali.id — Puluhan siswa SMP Negeri 6 Boyolali, Jawa Tengah, mengalami gangguan pencernaan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (20/8/2026). Dari 96 siswa yang menerima makanan, sebanyak 17 siswa mengalami mual, sakit perut hingga diare.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, FX Kristandiyoko, mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan keracunan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siswodipuran 2 sekitar pukul 10.00 WIB.

Tim medis dari Puskesmas Boyolali 1 kemudian diterjunkan ke SMPN 6 untuk memeriksa para siswa yang mengalami keluhan.

"Kami menerima informasi awal via WhatsApp dari pihak SPPG Siswodipuran 2 sekitar pukul 10.00 WIB terkait dugaan keracunan di SMPN 6. Tim medis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan," ujar Kristandiyoko, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, gejala mulai dirasakan siswa sekitar tujuh jam setelah makanan dikonsumsi. Menu MBG yang dibagikan terdiri atas nasi putih, sup berisi makaroni, jamur, wortel dan daging ayam, serta tahu pong.

"Makanan disajikan jam 09.00 WIB, lalu gejala baru muncul sekitar jam 16.00 WIB. Rentang waktu ini memang masuk dalam onset masa inkubasi keracunan makanan," jelasnya.

Untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut, Dinkes Boyolali telah mengambil dan mengamankan sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium.

"Sampel sudah kami kirim ke Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Semarang. Kami masih menunggu hasil resminya keluar," kata Kristandiyoko.

Selain pemeriksaan sampel, Dinkes juga melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui sumber dan penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa.

Ketua Komisi IV DPRD Boyolali, Suyadi, meminta Satgas MBG bersama Dinkes segera melakukan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Jangan sampai peristiwa ini kembali terjadi. Saya minta difokuskan koordinasi dengan Ketua Satgas, dalam hal ini Pak Sekda, agar penanganan kasus berjalan tuntas. Yang terpenting saat ini adalah pemulihan kesehatan anak-anak terlebih dahulu," tegas Suyadi.

Dia juga meminta pengawasan diperketat, mulai dari proses penyediaan bahan makanan hingga distribusi paket MBG ke sekolah-sekolah.

Sementara itu, Dinkes Boyolali juga memantau kondisi siswa di SMP Negeri 2 Boyolali. Pemantauan dilakukan setelah ada laporan lima siswa tidak masuk sekolah.

Namun, hingga kini Dinkes belum dapat memastikan apakah kondisi kelima siswa tersebut berkaitan dengan konsumsi menu MBG.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut