get app
inews
Aa Text
Read Next : Wali Kota Salatiga Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah, Kenalkan Program Tanam Padi dalam Pot

Kreatif! Pemuda Desa Tanjungrejo Kelola Sampah Jadi Cuan dan Pupuk Organik

Kamis, 23 Juli 2026 | 19:54 WIB
header img
Warga Mengumpulkan Sampah dari Rumah Kerumah dan Memilah Sampah Untuk Diolah Menjadi Barang Bernilai Ekonomi. Foto:iNews

GROBOGAN,iNewsBoyolali.id-Permasalahan sampah rumah tangga yang selama ini dibuang atau dibakar sembarangan, kini mulai teratasi berkat kreativitas sekelompok pemuda di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mugiwara, sampah yang sebelumnya menjadi sumber pencemaran lingkungan kini diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Melihat antusiasme warga, Kepala Desa Tanjungrejo, Rasiman, memberikan dukungan penuh dengan meminjamkan lahan pribadinya sebagai lokasi pengumpulan, pemilahan, dan pengelolaan sampah. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kebiasaan warga membuang sampah sembarangan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

“Seneng sekali melihat anak-anak muda desa Tanjungrejo yang kreatif dan mandiri. Jadi untu ini saya ikut membantu menfasilitasi dalam pengelolaan sampah. Saya kasih tempat untuk mengolah sampah dan itu tanah saya pribadi bukan tanah desa,” ungkap Rasiman.

Setiap pekan, para petugas KSM Mugiwara berkeliling mengambil sampah dari rumah-rumah warga. Sampah yang telah dikemas dalam tong atau kantong sampah diangkut menggunakan mobil pikap menuju lokasi pengelolaan yang berada jauh dari kawasan permukiman.

Di lokasi tersebut, sampah dipilah berdasarkan jenisnya, yakni organik dan nonorganik. Sampah nonorganik seperti plastik, botol, dan kardus dikumpulkan untuk dijual kepada pengepul. Hasil penjualannya kemudian dimanfaatkan sebagai kas organisasi guna mendukung operasional kelompok.

Sementara itu, sampah organik seperti sisa makanan diolah menjadi pupuk organik cair melalui proses fermentasi menggunakan tong khusus dan bahan pendukung yang menghasilkan bakteri serta mikroorganisme pengurai. Produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif pupuk ramah lingkungan bagi para petani.


Warga Tanjungrejo, Wirosari SUlap Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair.

“Sampah-sampah yang dikumpulkan ini akan kita pilah-pilah dan kita manfaatkan semua jadi tidak kata  tidak berguna. Untk non organik kita kumpulkan dan jual. Uangnya masuk ke khas sementara yang organik kita olah menjadi pupuk cair dan prosesnya juga lumayan lama antara tiga bulanan,” kata Hasan.

“Dulu awalnya kita sangat prihatin melihat sampah dibuang sembarangan jadi kita punya inisiatif untuk membantu membuang sampah warga agar tidak repot-repot dan bingung membuangnya,” imbuhnya.

Aktivitas ini juga  mendapatkan respon pisitif dan dukungan dari tokoh pemuda Tanjungrejo, Budi Santoso. Ia ikut menseponsori dan meberikan semangat dalam pelaksanaan kegiatan positif ini.

“ Sebagai tokoh pemuda disini saya ikut membantu dan mendukung penuh kegiatan KSM jadi kalau ada apa-apa saya juga akan ikut andil demi kelancaran program ini,” ucap Budi Santoso.

Hingga kini, sekitar 80 kepala keluarga telah memanfaatkan layanan pengangkutan sampah yang dikelola KSM Mugiwara. Untuk biaya operasional, warga dikenakan iuran antara Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per bulan, disesuaikan dengan volume sampah yang dihasilkan. Pengambilan sampah dilakukan dua kali dalam sepekan.

“kegiatan ini sudah berjalan setahun dan awalnya hanya 25 keluarga saja dan sekarang sudah ada 80 orang yang ikut berkontribusi untuk membuang sampah. Untukbiaya hanya dua puluh lima hingga lima puluh ribu rupiah perbulan, tergantung banyak sedikitnya sampah yang dibuang,” jelasnya.

Ketua KSM Mugiwara, Hasan Nurullah, mengatakan pihaknya belum berani memasarkan maupun mengaplikasikan pupuk cair kepada petani karena masih menunggu izin resmi dari pemerintah. Meski demikian, ia optimistis inovasi tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pertanian sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga.

“Kita selama ini terkendala masalah izin, jadi kita tidak bisa dan beran untuk melangkah atau menual produkk pupuk cair ini. Ini pupuk sudah ada etahun di dalam tong, jadi sudah sangat bisa diaplikasikan untuk tanaman, kebetulan saya lulusan sarjana pertanian jadi sedikit banyak tahu tentang pupuk , pungkasnya.

Para anggota KSM Mugiwara berharap pemerintah dapat memberikan pendampingan, bantuan sarana, serta mempercepat proses perizinan agar pupuk organik cair hasil karya mereka dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Inisiatif para pemuda Desa Tanjungrejo ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat tidak hanya mampu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi sekaligus mendorong terciptanya desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut