BUMDes Guwosari Sulap Sampah Jadi Omzet Rp80 Juta per Bulan dengan Konsep Zero Waste
BANTUL, iNewsboyolali.id - Sampah kerap menjadi permasalahan pelik yang dihadapi di sejumlah daerah. BUMDes Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul sukses menyulap gunungan sampah menjadi sumber pundi-pundi rupiah.
Direktur BUMDes Guwosari, Hendri, mengungkapkan bahwa perjalanan ini penuh dengan dinamika sejak dirintis pada tahun 2019. Selama tiga tahun mereka mencari konsep melalui proses trial and error. Program pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Guwosari, mereka mampu mencatatkan omzet hingga Rp80 juta per bulan.
“Baru pada tahun 2021, kami mantap menerapkan konsep Zero Waste, yaitu menyelesaikan seluruh volume sampah yang masuk dalam satu hari," ujar Hendri, Jumat (5/6/2026).
Sistem yang diterapkan di TPS ini cukup efisien. Sampah yang dijemput dari rumah warga dua kali seminggu langsung dipilah pada hari yang sama. Pengelolaannya mengedepankan prinsip sirkular ekonomi, sampah organik sisa makanan untuk pakan budidaya maggot dan pupuk kompos.
Sedangkan sampah anorganik dijual ke pengepul (rosok). Residu sampah dimusnahkan menggunakan mesin insinerator, sehingga tidak ada sampah yang menumpuk. Biji plastik juga diolah menjadi lembaran plastik yang bisa dipakai untuk meja atau kursi.
Saat ini, TPS 3R Guwosari mampu mengelola volume sampah rata-rata 4 ton per hari. Dari awalnya hanya melayani 100 pelanggan, kini layanan penjemputan sampah berbayar Rp40.000/bulan ini telah menjangkau 1.500 pelanggan.
“Ini mampu membuka lapangan kerja. Awal hanya enam orang kini ada 27 pekerja dengan gaji setara UMR,” kata Lurah Guwosari, Masduki Rahmat.
Keberhasilan BUMDes Guwosari ini memikat perhatian PT Pertamina (Persero). Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada 5 Juli 2026, jajaran direksi Pertamina meninjau langsung efektivitas program CSR yang telah berjalan selama dua tahun.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Taufik Kurniawan, menegaskan komitmen Pertamina untuk terus mengintervensi dan mendukung kemandirian TPS 3R Guwosari. Tahun ini mereka mengucurkan bantuan program Gosari senilai Rp150 juta.
"Kami akan intervensi seperti aplikasi pengumpulan sampah, pembuatan eco-furniture dari palet plastik, hingga pemanfaatan maggot untuk pakan ayam petelur yang terbukti mendongkrak produksi telur secara luar biasa," jelas Taufik.
Selain itu, program hilirisasi lingkungan ini juga memperkenalkan inovasi hijau lainnya, seperti pemanfaatan biochar, inovasi ribbon (segel mobil tangki), hingga filter knalpot ramah lingkungan. Pada momen peringatan tersebut, Pertamina bersama warga juga melakukan aksi nyata menanam 1.000 bibit pohon, termasuk pohon pule, ketapang, dan tanaman buah.
Pertamina memproyeksikan pendampingan ini akan berjalan hingga 5 tahun agar kelompok pengelola bisa sepenuhnya mandiri. Program ini akan diintegrasikan dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2B Bantul dalam pembuatan furniture.
Editor : Tata Rahmanta