Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kios di Ketitang Dibongkar Merata, Warga Akhiri Polemik dan Tunggu Relokasi
Advertisement . Scroll to see content

Nasib PKL di RSUD Ki Ageng Selo Terancam, Sudah Adukan ke DPRD tapi Belum Ada Kejelasan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:26 WIB
  • author Rustaman Nusantara
Nasib PKL di RSUD Ki Ageng Selo Terancam, Sudah Adukan ke DPRD tapi Belum Ada Kejelasan
Lokasi Kios Pedagang di Sekitar RSUD Ki Ageng Selo, Wirosari, Grobogan, Yang Akan Digusur Paksa Oleh Pihak RSUD. Foto: iNews

GROBOGAN, iNewsBoyolali.id – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di sekitar RSUD Ki Ageng Selo, Desa Kunden, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mengaku resah dengan rencana penggusuran kios tempat mereka mencari nafkah.

Para pedagang sebelumnya telah mengadukan nasib mereka kepada DPRD Grobogan. Mereka berharap para wakil rakyat dapat menjembatani persoalan tersebut dengan pihak rumah sakit dan pemerintah daerah, sehingga tidak ada pedagang yang kehilangan mata pencaharian tanpa solusi.

Sebelumnya, para pedagang mengaku telah mendapatkan peringatan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan terkait rencana penertiban kios yang berdiri di sekitar RSUD Ki Ageng Selo. Bahkan, Disperindag disebut telah melayangkan dua kali surat peringatan.

Upaya pembongkaran sempat dilakukan, namun batal. Pedagang kemudian diberikan kesempatan untuk membongkar kios mereka secara mandiri.

Kondisi tersebut membuat para pedagang memilih mengadu kepada DPRD Grobogan. Sejumlah anggota dewan dari beberapa fraksi sempat menemui pedagang dan berjanji membantu mencarikan solusi.

Namun, hampir sepekan setelah pertemuan tersebut, para pedagang mengaku belum mendapatkan kabar lanjutan dari anggota DPRD yang sebelumnya berjanji menjembatani persoalan mereka.

Di tengah ketidakpastian tersebut, para pedagang justru kembali mendapatkan surat peringatan. Kali ini, surat peringatan pertama atau SP 1 diberikan oleh Satpol PP Grobogan.

Meski telah menerima peringatan, para pedagang masih memilih bertahan. Mereka mengaku tidak menolak penataan kawasan, tetapi meminta pemerintah dan pihak rumah sakit memberikan solusi agar mereka tetap dapat mencari nafkah.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut