get app
inews
Aa Text
Read Next : Penelitian UNS: Kesenjangan Gender dalam Pendapatan Online Terjadi di Berbagai Negara

Riset UNS: Efektivitas Dana Iklim Dunia Tergantung Kualitas Tata Kelola Negara Penerima

Minggu, 19 Juli 2026 | 13:49 WIB
header img
Kampus UNS Solo tampak dari depan. (Foto: Istimewa).

Untuk memastikan keandalan hasil penelitian, tim peneliti melakukan serangkaian pengujian statistik lanjutan, termasuk pengujian untuk mengatasi kemungkinan hubungan sebab-akibat yang berbalik arah, yakni kemungkinan bahwa negara donor mengalokasikan dana berdasarkan kondisi lingkungan dan ekonomi penerima sebelumnya. 

Seluruh pengujian tersebut menunjukkan hasil yang konsisten, sehingga memperkuat kesimpulan bahwa peran kualitas institusi dalam menentukan efektivitas dana iklim merupakan fenomena yang nyata dan tidak muncul secara kebetulan.

Hasil penelitian ini memberikan pesan penting bagi para pembuat kebijakan, baik di negara penerima maupun negara donor. Selama ini, perdebatan mengenai pembiayaan iklim internasional banyak berfokus pada besaran komitmen dan kecepatan penyaluran dana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pertanyaan mengenai kesiapan kelembagaan penerima sama pentingnya, bahkan menentukan apakah dana tersebut akan berbuah atau justru terbuang.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pembiayaan iklim tidak secara otomatis menghasilkan pertumbuhan ekonomi hijau. Ada tingkat kualitas tata kelola tertentu yang harus dipenuhi lebih dahulu agar dana tersebut produktif. Oleh karena itu, penguatan institusi dan transparansi perlu diposisikan sebagai bagian dari strategi pembiayaan iklim itu sendiri, bukan sekadar pelengkap," kata Irwan.

Penelitian ini memiliki relevansi yang kuat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Temuan mengenai peran dana mitigasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau secara langsung mendukung SDG 13 (Climate Action) yang bertujuan mengambil tindakan segera untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya. Bukti empiris yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembiayaan iklim yang lebih tepat sasaran dan terukur hasilnya.

Selain itu, penelitian ini berkaitan erat dengan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions). Temuan mengenai adanya titik ambang kualitas institusi menunjukkan bahwa penguatan tata kelola, penegakan hukum, dan pengendalian korupsi bukan sekadar agenda pemerintahan yang berdiri sendiri, melainkan prasyarat yang menentukan keberhasilan agenda pembangunan lainnya. Institusi yang kuat menjadi fondasi yang memungkinkan sumber daya pembangunan bekerja sebagaimana mestinya.

Hasil penelitian juga memberikan kontribusi terhadap SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dan SDG 7 (Affordable and Clean Energy). Dana mitigasi umumnya diarahkan pada proyek padat modal seperti pengembangan energi terbarukan, efisiensi energi industri, dan infrastruktur rendah karbon. Investasi semacam ini tidak hanya menurunkan jejak karbon, tetapi juga mendorong pergeseran basis industri menuju sektor hijau bernilai tambah lebih tinggi, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dicapai tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.

Di sisi lain, penelitian ini turut menyoroti SDG 17 (Partnerships for the Goals) dari dua arah sekaligus. Dana iklim itu sendiri merupakan wujud kemitraan global antara negara maju dan negara berkembang, dan temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemitraan tersebut akan lebih efektif apabila transfer finansial dipadukan dengan pendampingan teknis untuk penguatan kelembagaan.

Sementara itu, kolaborasi antara UNS dan University of Buea mencerminkan implementasi nyata semangat kemitraan tersebut, karena memungkinkan pertukaran keahlian, data, dan perspektif dari dua kawasan yang sama-sama menjadi penerima dana iklim, yaitu Asia Tenggara dan Afrika. Sinergi tersebut sekaligus memperkuat posisi UNS sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring penelitian internasional untuk menjawab isu strategis dunia.

Bagi UNS, penelitian ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memiliki kontribusi akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pengambilan kebijakan. Melalui kolaborasi internasional dan dukungan pendanaan dari LPDP, UNS terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui penelitian berbasis bukti ilmiah.

Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, lembaga donor, organisasi internasional, maupun akademisi dalam merancang skema pembiayaan iklim yang lebih efektif. Tim peneliti merekomendasikan agar negara yang kualitas tata kelolanya masih berada di bawah ambang kritis memprioritaskan agenda kesiapan kelembagaan terlebih dahulu, sementara negara donor mempertimbangkan strategi alokasi berjenjang yang memadukan transfer dana dengan penguatan kapasitas institusi penerima.

Melalui penelitian ini, UNS kembali menunjukkan bahwa kolaborasi lintas negara merupakan salah satu kunci dalam menghasilkan solusi ilmiah terhadap berbagai tantangan global. Di tengah meningkatnya urgensi aksi iklim, hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang tersedia, tetapi juga oleh kesiapan institusi yang mengelolanya.
 

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut