Pedagang Datangi RSUD Ki Ageng Selo Grobogan Tolak Penggusuran Kios, Minta Rencana Dibatalkan
GROBOGAN,iNewsBoyolali.id – Sejumlah pedagang yang menempati kios di sekitar RSUD Ki Ageng Selo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, mendatangi kantor direktur rumah sakit. Mereka menyampaikan penolakan terhadap rencana penggusuran kios yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian.
Sekitar sepuluh pedagang datang dengan harapan dapat bertemu langsung dengan Direktur RSUD Ki Ageng Selo maupun pihak humas untuk menyampaikan aspirasi. Namun, mereka mengaku hanya ditemui seorang staf sehingga merasa kecewa karena tidak memperoleh penjelasan maupun solusi terkait rencana penggusuran.
Salah seorang pedagang, Retno, mengatakan seluruh pedagang menolak direlokasi ke Taman Kuliner Purwodadi. Menurutnya, lokasi relokasi berjarak sekitar 40 kilometer dari kios yang saat ini mereka tempati sehingga dinilai akan menambah biaya operasional dan menyulitkan mereka mencari nafkah.
“Kami sudah hampir satu jam menunggu pihak RSUD tapi tidak ada respon dan hanya ditemui seorang staff saja. Dan diarahkan ke Kecamatan dan kelurahan tapi tidak ditemui siapa siapa lagi, jadi tidak ada yang bisa diajak dialog,” keluhnya.
Usai dari rumah sakit, para pedagang juga mendatangi Kantor Kecamatan Wirosari untuk mengadukan persoalan tersebut. Namun, mereka mengaku tidak dapat bertemu dengan camat maupun sekretaris kecamatan karena keduanya sedang tidak berada di kantor.
“ Kami sebagai pedagang kecil yang sudah bertahun tahun mencari nafkah di kios menolak digusur tanpa ada solusi. Kalau hanya sebatas gusur berarti membunuh ekonomi keluarga kami,” ujar Retno dengan nada kesal.
Para pedagang mengaku telah menerima surat peringatan yang diteruskan melalui RSUD Ki Ageng Selo agar segera mengosongkan lokasi. Dalam surat tersebut disebutkan kios akan dibongkar apabila para pedagang tidak membongkarnya secara mandiri.
Menurut para pedagang, lahan yang selama ini mereka tempati merupakan aset milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Grobogan, sehingga mereka mempertanyakan dasar penggusuran yang dilakukan.
“ RSUD mau merelokasi kita ke pusat kuliner kota, ya jelas kita tolak. Selain jauh jarak tempuhnya, itu tidak efektif karena tempat tinggal kita di Wirosari jarak tempuh bisa hampir 40km, dan justru boros biaya, tenaga” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ki Ageng Selo, Wahyu Tri Haryadi, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa pembongkaran kios dilakukan karena lokasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan talud dan jembatan sebagai akses masuk rumah sakit dalam rangka pengembangan fasilitas.
“ Rencananya akan dibangun talud dan jembatan untuk akses keluar masuk pelayanan ke RSUD,” jelas Wayu Tri Haryadi.
Pihak rumah sakit telah memberikan tenggang waktu kepada para pedagang untuk membongkar kios secara mandiri. Apabila hingga batas waktu yang ditentukan tidak dilaksanakan, pembongkaran akan dilakukan secara paksa sesuai rencana.
“ Dikasih batas waktu untuk mengosongkan kios sendiri. Jika masih nekat tidak dibongkar ya terpaksa kita ambil tindakan selanjutnya.” Ujarnya.
Meski demikian, para pedagang menegaskan akan tetap bertahan dan berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang dinilai adil sebelum penggusuran dilaksanakan.
Editor : Tata Rahmanta