Viral di Grobogan, Minyak Goreng Bansos Diduga Berbau Solar, Warga Mengaku Tenggorokan Kering
Salah seorang warga, Jasmi, mengaku keluarganya sempat mengalami tenggorokan kering setelah mengonsumsi makanan yang dimasak menggunakan minyak goreng tersebut. Meski kondisinya kini telah membaik, ia memilih menghentikan penggunaan minyak dan membuang seluruh makanan hasil gorengan sebagai langkah antisipasi.
“ Kemarin sempat saya buka dan dipakai untuk menggoreng tempae. Setelah masak dan dimakan bareng ternyata ada rasa yang aneh di lidah seperti ada minyak tananya. Dan setelah dicium ternyata bau solar dan minyak tanah,” jelas jasmi.
“ Ya seketika itu makanan saya buang ke sungai dan jangan sampai dimakan ayam atau ternak, bisa keracunan nanti. Anak saya saja mengalami rasanya kering dan sakit di tenggorokan tai sekarang sudah membaik,” tambahnya.
Kepala Desa Kemadohbatur, Adi Winarno, membenarkan adanya pengembalian minyak goreng dari warga. Pihak desa telah menerima seluruh minyak goreng yang diduga bermasalah dan mendata seluruh penerima bantuan.
“ Saya kaget kok ternyata benar ada rasa dan bau solar di dalam minyak tanah ini, jadi saya berusaha membantu warga saya untuk mengembalikan dan meminta ganti minyak goreng yang baru dan yang masih bagus,” tegas Adi Winarno kades Kemadohbatur.
Berdasarkan data pemerintah desa, sebanyak 633 kemasan minyak goreng bantuan pemerintah telah disalurkan kepada warga beberapa hari sebelumnya. Selain menerima pengembalian minyak yang masih utuh, pemerintah desa juga meminta masyarakat menyimpan kemasan minyak goreng yang telah habis digunakan untuk keperluan pendataan.
Editor : Tata Rahmanta