get app
inews
Aa Text
Read Next : Kepala Dusun di Grobogan Jual Tanah Sewa ke Banyak Pembeli, PN Eksekusi Lahan

Viral di Grobogan, Minyak Goreng Bansos Diduga Berbau Solar, Warga Mengaku Tenggorokan Kering

Selasa, 30 Juni 2026 | 10:00 WIB
header img
Ratusan Kemasan Minyak Goreng Minyakita Dikembalikan Warga Ke Kantor Desa Karena Berbau SOlar dan Minyak Tanah. Foto; iNews

GROBOGAN,iNewsBoyolali.id – Ratusan kemasan minyak goreng bantuan sosial (bansos) pemerintah di Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dikembalikan warga ke kantor desa setelah diduga mengeluarkan bau menyengat menyerupai solar dan minyak tanah.

Peristiwa ini menjadi viral di media sosial setelah sejumlah video memperlihatkan warga mengumpulkan minyak goreng yang diduga bermasalah tersebut di rumah Ketua RT sebelum akhirnya dibawa ke Balai Desa Kemadohbatur.

Sejumlah warga mengaku kecewa karena minyak goreng yang mereka terima dari program bantuan pemerintah diduga tidak layak digunakan. Beberapa penerima bahkan mengaku mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang digoreng menggunakan minyak tersebut.

Keluhan yang disampaikan antara lain tenggorokan terasa kering dan sakit, serta muncul sensasi lengket pada bagian bibir usai mengonsumsi makanan hasil gorengan.

Merasa khawatir, warga kemudian berbondong-bondong mendatangi kantor desa untuk mengembalikan minyak goreng yang belum digunakan. Ratusan kemasan yang sebelumnya dikumpulkan di rumah Ketua RT Kemadohbatur, Efendi, akhirnya dipindahkan dan disimpan di kantor desa sebagai barang inventaris sementara.

Efendi mengatakan, setelah menerima laporan dari warga, pihaknya segera mengoordinasikan pengumpulan minyak goreng agar tidak lagi digunakan hingga ada kejelasan dari pihak terkait.

“Saya iba-tiba didatangi warga saya di rumah sambil membawa bungkusan minyak goreng. Dan ternyata minyak goreng minyakita ini serasa berbau solar dan minyak tanah. Jadi mereka meminta saya untuk mengembalikan dan minta ganti yang baru dan segar,” ujar Efedi ketua RT Kemadohbatur.

Salah seorang warga, Jasmi, mengaku keluarganya sempat mengalami tenggorokan kering setelah mengonsumsi makanan yang dimasak menggunakan minyak goreng tersebut. Meski kondisinya kini telah membaik, ia memilih menghentikan penggunaan minyak dan membuang seluruh makanan hasil gorengan sebagai langkah antisipasi.

“ Kemarin sempat saya buka dan dipakai untuk menggoreng tempae. Setelah masak dan dimakan bareng ternyata ada rasa yang aneh di lidah seperti ada minyak tananya. Dan setelah dicium ternyata bau solar dan minyak tanah,” jelas jasmi.

“ Ya seketika itu makanan saya buang ke sungai dan jangan sampai dimakan ayam atau ternak, bisa keracunan nanti. Anak saya saja mengalami rasanya kering dan sakit di tenggorokan tai sekarang sudah membaik,” tambahnya.

Kepala Desa Kemadohbatur, Adi Winarno, membenarkan adanya pengembalian minyak goreng dari warga. Pihak desa telah menerima seluruh minyak goreng yang diduga bermasalah dan mendata seluruh penerima bantuan.

“ Saya kaget kok ternyata benar ada rasa dan bau solar di dalam minyak tanah ini, jadi saya berusaha membantu warga saya untuk mengembalikan dan meminta ganti minyak goreng yang baru dan yang masih bagus,” tegas Adi Winarno kades Kemadohbatur.

Berdasarkan data pemerintah desa, sebanyak 633 kemasan minyak goreng bantuan pemerintah telah disalurkan kepada warga beberapa hari sebelumnya. Selain menerima pengembalian minyak yang masih utuh, pemerintah desa juga meminta masyarakat menyimpan kemasan minyak goreng yang telah habis digunakan untuk keperluan pendataan.

“ Untuk warga yang sudah terlanjur menggunakan minyak gorng untuk emnggoreng, saya minta untuk tetap membawa bungkusnya meski kosong ke kantor balai desa untuk saya data jumlahnya,” pungkas Adi Winarno.

Pemerintah Desa Kemadohbatur berjanji akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengembalikan seluruh minyak goreng yang diduga terkontaminasi agar dapat diganti dengan produk yang aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

Pemerintah desa masih menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang terkait penanganan dan penggantian minyak goreng bagi para penerima bantuan.

 

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut