get app
inews
Aa Text
Read Next : Polsek Gabus dan Perhutani KPH Gundih Gelar Bakti Sosial, Pesanggem BKPH Segorogunung Terima Sembako

Warga Jual Ternak Hingga Berhutang Demi Cor Jalan Desa Sepanjang 254 Meter

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:37 WIB
header img
Jalan Lorong Desa Sepanjang 254 Meter Dusun Tanjung Anom Desa Tunggulrejo Kec. Gabus, Yang Sudah Selesai Dicor Selama 2 Hari. Foto: iNews

GROBOGAN, iNewsBoyolali.id– Semangat gotong royong warga Dusun Tanjung Anom, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, patut diapresiasi. Demi memiliki akses jalan yang layak, warga rela menjual ternak hingga berutang ke bank untuk membiayai pembangunan jalan secara swadaya.

Momentum penyelesaian pengecoran jalan sepanjang 254 meter tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Puluhan warga tampak bergotong royong melepas peralatan dan bekisting yang masih menempel di badan jalan. Mereka mengaku lega setelah jalan yang selama puluhan tahun masih berupa tanah akhirnya bisa dicor.


Warga Sewa 16 Jayamix Untuk Cor Jalan Lorong Desa Secara Swadaya.

Kondisi jalan sebelumnya membuat warga kesulitan beraktivitas, terutama saat hujan. Jalan tanah berubah menjadi licin dan lengket sehingga sulit dilalui kendaraan maupun warga.

Karena tidak adanya anggaran desa untuk pembangunan jalan lorong tersebut, warga kemudian berinisiatif menggalang iuran. Besaran iuran dilakukan secara gotong royong sesuai kemampuan masing-masing warga.

Yanto, salah seorang warga, mengatakan kondisi jalan yang buruk sudah lama dikeluhkan masyarakat. Warga akhirnya sepakat mencari solusi sendiri agar akses jalan bisa segera diperbaiki.

 

“Ini murni swadaya masyarakat untuk per KK ditarik tiga juta rupiah dan uang konsumsi lima puluh ribu dan beras. Bagi Warga yang di perantauan juga kita hubungi untuk dimintai bantuan sumbangan dan alhamdulilah semua antusias,”jelas Yanto.

Tidak sedikit warga yang harus menjual hewan ternak seperti sapi, kambing hingga ayam untuk memenuhi iuran pembangunan. Bahkan, pada pembangunan tahap sebelumnya, warga nekat mengambil pinjaman dari bank yang kemudian cicilannya ditanggung secara bersama-sama.

“Ada warga yang tidak punya uang tetap ingin bantu iuran dengan jual ternak ada ayam, kambing atau sapi,” pungkasnya.

Tokoh masyarakat setempat, Sutamto, bahkan mengaku menjual salah satu sapi miliknya untuk membantu biaya operasional pembangunan jalan. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat warga untuk memiliki jalan yang lebih layak.

“Saya sangat mendukung keinginan warga untuk membangun jalan, dan saya sendiri siap dan sudah jual anakan sapi saya untuk iuran dan bantu makan juga,”terangnya.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut