Kecewa 13 tahun Jalan Desa tidak Dibangun, Warga Patungan Cor Jalan dan Bangun Irigasi Sendiri
GROBOGAN,iNewsBoyolali.id – Lelah menanti bantuan pemerintah yang tak kunjung datang, belasan warga di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akhirnya memilih membangun jalan desa secara mandiri. Bahkan, sebagian warga rela mewakafkan sebagian tanah miliknya demi pelebaran jalan demi kepentingan bersama.
Sebanyak 14 kepala keluarga Kampung Gilingan, Dusun kedungwubgu, Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, berhasil mewujudkan impian memiliki akses jalan yang layak. Dengan semangat gotong royong, warga tampak mengerjakan pengecoran jalan desa sepanjang 160 meter, yang dibiayai dari hasil iuran warga selama 13 tahun.
Dana patungan sebesar Rp200 juta yang dihimpun dari 14 warga tersebut direalisasikan untuk pembangunan saluran irigasi sepanjang dusun serta jalan cor beton dengan kualitas K-300 setebal 15 sentimeter, setara standar jalan raya.
Ketua RT Dusun Kampung Gilingan, Parnyo, mengaku warga sangat kecewa terhadap pemerintah desa. Menurutnya, sejak tahun 2012, mereka telah berulang kali mengajukan permintaan untuk pembangunan jalan ke desa, namun tidak pernah mendapat respons yang jelas.
“Ide ini muncul sejak tahun 2012 dan tahun 2013 baru terealisasi untuk patungan. Lha gimana lagi kita sudah membuat proposal ke desa tapi tidak direspon, jadi kita sudah kesal dan capek,” keluhan Parnyo.
Merasa diabaikan, warga pun sepakat tidak lagi bergantung pada pemerintah desa. Sejak 2013, mereka mulai mengumpulkan dana secara swadaya. Jalan yang semula hanya selebar satu meter, kini berhasil diperlebar menjadi dua setengah meter, berkat infak tanah dari warga setempat.
“Ada 14 KK yang rela untuk iuran dan dimulai tahun 2013 lalu. Sekarang kita bisa merealisasikan buat jalan cor beton dan irigasi. Untuk tulangan cor kita pakai bambu tidak perlu beli,” jelas Parnyo.
“Dari 14 KK ini ada yang iuran uang dan ada yang wakaf tanah untuk pelebaran jalan, dimana yang awalnya hanya 1 meter kini jadi 2,5 meter, “ pungkasnya.
Sementara itu menurut Camat Karangrayung, Arif Efendi Zakari menjelaskan pihak desa membantah bahwa hal tersebut belum pernah disampaikan warga melalui musrenbangdes.
"Kepala desa bilangnya belum pernah dibicarakan melalui musrenbangdes," jelas Camat Karangrayung.
Warga pun membantah apa yang disampaikan camat bahwa warga sering menyampaikan permintaan untuk pembangunan jalan berulang kali dan hasilnya tidak ada titik temu.
Untuk mempercepat penyelesaian pembangunan, jumlah iuran warga kembali ditambah sejak dua tahun terakhir. Dari total dana yang terkumpul, sekitar Rp80 juta digunakan untuk pembangunan jalan beton, sementara sisanya dialokasikan untuk pembuatan saluran irigasi dan jembatan desa.
Warga Dusun Gilingan mengaku puas dan bangga karena mampu membangun jalan desa secara mandiri, tanpa campur tangan pemerintah, demi menunjang aktivitas dan kesejahteraan bersama.
Editor : Tata Rahmanta