Atasi Fenomena Fatherless, Menteri Kependudukan Dorong Peran Ayah Lewat Program GEMAR
YOGYAKARTA, iNewsboyolali.id - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mendorong penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak demi mengikis fenomena fatherless. Langkah konkret ini digaungkan melalui Program Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta, Kamis (25/6/2026).
Kedatangan Menteri disambut hangat ratusan siswa serta Duta Generasi Berencana (GenRe) DIY. Mereka menyemarakkan suasana dengan kampanye edukatif mengenai pentingnya ketahanan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Kunjungan ini merupakan implementasi nyata dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nomor 17 Tahun 2026. Aturan tersebut mengatur dua program utama, yaitu GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah) dan GAMAS (Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah).
Menteri Wihaji menegaskan, kehadiran fisik dan emosional seorang ayah di sekolah bukan sekadar formalitas administratif. Namun menjadi investasi jangka panjang bagi psikologis anak.
“Peran ayah tidak dapat digantikan. Kehadiran ayah dalam momen penting pendidikan anak adalah bentuk nyata dukungan emosional yang mampu membangun rasa percaya diri, motivasi belajar, serta karakter anak,” katanya.
Wihaji mengatakan, fenomena fatherless telah dialami sekitar 25 anak di Indonesia. Mereka butuh perhatian keluarga, salah satunya sosok ayah.
“Ajaklah ngobrol. Jangan sampai mereka ngobrol dengan handphone,” katanya.
Editor : Tata Rahmanta