Dosen UMBY Bantu Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Jago Calistung
BANTUL, iNewsboyolali.id - Keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri memicu aksi nyata dari sivitas akademika Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Tim dosen Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMBY menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional di Malaysia pada awal bulan kemarin.
Untuk melaksanakan aksi kemanusiaan dan pendidikan ini, UMBY menggandeng Sanggar Bimbingan (SB) At Tanzil Serdang dan SB Al-Ikhlas Sungai Penchala.
Agenda internasional ini diinisiasi oleh Nuryadi, selaku Ketua Tim PkM, bersama dua dosen anggota, Nafida Hetty Marhaeni dan Naela Faza Fariha. Kolaborasi lintas negara ini juga mendapat dukungan penuh dari pakar pendidikan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Mazlini binti Adnan.
Menurut Nuryadi fokus utama program ini adalah memperkuat kompetensi dasar literasi dan numerasi, atau yang lebih dikenal dengan istilah Calistung (Baca, Tulis, Hitung). Tim mengidentifikasi bahwa pendekatan belajar konvensional sering kali membuat anak-anak di sanggar bimbingan cepat bosan dan kehilangan motivasi.
“Kami menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Melalui TGT, siswa tidak hanya belajar secara individu, tetapi juga diajak bekerja sama dalam tim, berkompetisi dalam permainan edukatif, dan mengikuti turnamen akademik yang menantang,” kata Nuryadi.
Di dalam kelas, anak-anak diajak bermain game Tebak Angka Cepat dan sesi Ice Breaking Hitung Berantai. Melalui tebakan angka interaktif ini, fokus dan logika dasar anak-anak diasah tanpa merasa tertekan. Hasilnya, suasana kelas menjadi cair, rasa jenuh hilang seketika, dan para siswa menjadi jauh lebih bersemangat.
Pengelola SB Al-Ikhlas Sungai Penchala, Lina Murniati, mengakui efektivitas inovasi pembelajaran yang dibawa oleh tim dosen UMBY. Permainan matematika yang dikemas dalam bentuk kompetisi ringan terbukti efektif memecahkan hambatan psikologis siswa terhadap pelajaran berhitung.
“Di saat yang sama, kemampuan membaca dan menulis mereka juga ikut menguat secara terintegrasi,” ungkap Lina.
Editor : Tata Rahmanta