Doktor Baru UNS Ciptakan Sistem Mitigasi Kerentanan Stasiun Baterai Listrik
Salah satu temuan mengindikasikan perlunya pengaturan jumlah kabinet aktif karena memberikan efek perubahan pada kerentanan, dengan beberapa faktor lain. Misalnya gangguan teknis pada kabinet, stasiun tidak beroperasi yang menaikkan kerentanan.
Temuan lain menunjukkan bahwa masing-masing stasiun memang memiliki perbedaan nyata terhadap efek kerentanan. Model ini cukup visible dapat mendukung pengembangan sistem rekomendasi dalam dashboard-internet of thing (IoT) platform perusahaan pengelola EM-BSCS.
Secara keseluruhan penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan data berskala besar yang tersimpan dalam IoT Platform sangat krusial untuk didayagunakan bagi pemantauan kerentanan operasional secara berkelanjutan pada stasiun penukaran dan pengisian baterai sepeda motor listrik.
Apalagi jika perusahaan dapat menambah pendataan kondisi eksternal pemicu kerentanan di sekitar stasiun, maka estimasi efek kerentanan dapat lebih teramati melalui model metrik kerentanan dan model estimasi kerentanan menggunakan pendekatan causal inference.
“Dengan demikian, kami berharap langkah-langkah mitigasi dilakukan perusahaan bisa lebih efektif. Selain itu, model otomatisasi klasifikasi gangguan yang kami kembangkan jika diterapkan pada dashboard-internet of thing (IoT) platform akan membantu perusahaan memantau sebaran gangguan dan menangani gangguan lebih efektif,” imbuh Yusuf Priyandari yang juga sebagai salah satu Tenaga Pendidik di Prodi Teknik Industri FT UNS.
Dalam penyusunan disertasi ini, Yusuf Priyandari dibimbing oleh tim promotor. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si. (Promotor ), Prof. Ir. Muhammad Nizam, S.T, M.T, Ph.D. (Co. Promotor I) dan Prof. Dr.-Ing Hendro Wicaksono (Co. Promotor 2 – Dosen School of Business, Social and Decision Sciences, Constructor University, Bremen, Germany).
Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si. selaku Promotor menyampaikan bahwa disertasi ini menghasilkan tiga karya ilmiah yang dipublikasikan pada konferensi internasional (IEOM Australia, Sydney 2022; 4th Asia-Pacific Conference, Ho Chi Minh City 2023) serta jurnal internasional bereputasi Q1 Scientific Reports (Nature Research) pada tahun 2025. Karya-karya tersebut memperkaya bidang teknik industri, khususnya supply chain management, information engineering, dan quality engineering, melalui pengembangan supply chain analytics yang mengintegrasikan big data dan causal inference untuk menilai serta mengelola kerentanan rantai pasok tertutup berbasis layanan digital.
Temuan ini mendukung pengambilan keputusan berbasis sebab akibat pada ekosistem sepeda motor listrik di Indonesia dan berkontribusi pada peta jalan Grup Riset Rekayasa Industri dan Tekno-Ekonomi di Prodi Teknik Industri dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi komersialisasi inovasi teknologi.
“Doktor Yusuf Priyandari mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,96 dan memperoleh predikat sangat memuaskan,” ujarnya.
Editor : Tata Rahmanta