Sekolah Rusak Siswa Pindah di Rumah Warga, SPPG Turun Tangan Bangunkan Gedung Baru
Ia mengaku pihak sekolah sempat merasa panik dan khawatir apabila bangunan tidak segera direhabilitasi secara total. Selama beberapa tahun terakhir, pihak sekolah telah berupaya mengajukan proposal bantuan pembangunan ke berbagai pihak.
“Alhamdulillah, di tengah kekhawatiran tersebut, proposal kami akhirnya disetujui oleh seorang donatur dari SPPG Geyer,” ucapnya dengan lega.
Donatur tersebut adalah Aditya, pemilik SPPG Yayasan Assalam Geyer. Ia mengaku prihatin setelah mendengar kondisi gedung sekolah yang dinilai membahayakan keselamatan anak-anak.
“Kami memutuskan untuk merobohkan bangunan lama dan membangun kembali gedung TK yang baru, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti kamar mandi,” kata Aditya.
Aditya menambahkan, dana pembangunan total gedung TK Idhata murni bersumber dari anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh SPPG Geyer. Pembangunan ulang gedung sekolah tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan, mengingat hampir seluruh struktur kayu bangunan lama telah lapuk.
“ Kita bangunkan gedung secara total, dan ditambah lagi nanti ada kamar mandinya, pungkasnya.
Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar akan tetap dilaksanakan di rumah warga agar hak pendidikan para siswa tetap terpenuhi.
Sementara itu, menanggapi reaksi cepat dari SPPG Geyer ini, Oetojo Camat Geyer, Grobogan, sangat mengapresiasi langkah yang diambil pihak SPPG, mengingat TK Idhata adalah mintra dari SPPG Assalam sejak awal berdiri.
Editor : Tata Rahmanta