Sekolah Rusak Siswa Pindah di Rumah Warga, SPPG Turun Tangan Bangunkan Gedung Baru
GROBOGAN,iNewsBoyolali.id– Kondisi bangunan Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Idhata di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, memprihatinkan. Atap dan dinding sekolah yang terbuat dari kayu dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga nyaris ambrol dan membahayakan keselamatan guru serta siswa.
Karena gedung sekolah yang tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun, pihak SPPG Yayasan Assalam Geyer, Grobogan, kemudian turun tangan untuk ikut membantu proses renovasi sekolah.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas belajar mengajar puluhan siswa terpaksa dipindahkan ke rumah warga setempat. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan jiwa anak-anak maupun tenaga pendidik.
Sebanyak 25 siswa TK Idhata sejak hari ini mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah warga. Sementara itu, bangunan sekolah yang dinilai sudah tidak layak pakai mulai dirobohkan untuk kemudian dibangun kembali.
Kepala TK Idhata Ledokdawan, Irma Putri Yunita, menjelaskan bahwa kerusakan bangunan sekolah sebenarnya sudah terjadi sejak enam tahun lalu. Namun, kondisi terparah mulai dirasakan sejak satu tahun terakhir.
“Semenjak enam tahu. Lalu saya masuk ke sekolah ini kondisinya sudab rusak dan ini kerusakan terparah dan sangar mengkhawatirkan keselamatan anak-anak, ungkap Irma.
“Kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap. Reng dan penyangga atap sudah banyak yang lapuk, membuat atap melengkung dan nyaris ambruk,” tambahnya.
Ia mengaku pihak sekolah sempat merasa panik dan khawatir apabila bangunan tidak segera direhabilitasi secara total. Selama beberapa tahun terakhir, pihak sekolah telah berupaya mengajukan proposal bantuan pembangunan ke berbagai pihak.
“Alhamdulillah, di tengah kekhawatiran tersebut, proposal kami akhirnya disetujui oleh seorang donatur dari SPPG Geyer,” ucapnya dengan lega.
Donatur tersebut adalah Aditya, pemilik SPPG Yayasan Assalam Geyer. Ia mengaku prihatin setelah mendengar kondisi gedung sekolah yang dinilai membahayakan keselamatan anak-anak.
“Kami memutuskan untuk merobohkan bangunan lama dan membangun kembali gedung TK yang baru, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti kamar mandi,” kata Aditya.
Aditya menambahkan, dana pembangunan total gedung TK Idhata murni bersumber dari anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh SPPG Geyer. Pembangunan ulang gedung sekolah tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan, mengingat hampir seluruh struktur kayu bangunan lama telah lapuk.
“ Kita bangunkan gedung secara total, dan ditambah lagi nanti ada kamar mandinya, pungkasnya.
Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar akan tetap dilaksanakan di rumah warga agar hak pendidikan para siswa tetap terpenuhi.
Sementara itu, menanggapi reaksi cepat dari SPPG Geyer ini, Oetojo Camat Geyer, Grobogan, sangat mengapresiasi langkah yang diambil pihak SPPG, mengingat TK Idhata adalah mintra dari SPPG Assalam sejak awal berdiri.
“ Ini adalah pertama kalinya ada SPPG yang mau membantu renovasi gedung sekolah dengan biaya yang diambil dari kantong SPPG sendiri,”jelas Oetojo.
Camat Geyer, Grobogan, juga berharap agar SPPG Assalam Geyer ini bisa menjadi percontohan untuk semua SPPG di Indonesia.
Saya harap SPPG Geyer ini menjadi percontohan bagi SPPG lain yang sangat peduli akan kegiatan sosial,” tegasnya.
Editor : Tata Rahmanta