Bocah Korban Penganiayaan di Banyusri Ajukan Restitusi ke Kejari Boyolali

"Kenapa tidak ditahan, katanya karena tahanan kota. Padahal kalau mereka ditahan itu kan sesuai dengan risiko atas perbuatan yang telah mereka lakukan. Kalau melihat kemanusiaan, ya kami ada kemanusiaan. Tapi kalau pada saat menghajar anak tersebut apakah mereka ada rasa kemanusiaan?," ucap Asri.
Asri menjelaskan, bahwa belam lama ini kliennya mendapatkan panggilan dari Polres Boyolali terkait adanya laporan dari emak – emak tersebut.
“Pada saat kami umroh saya dihubungi oleh klien saya yang mana mendapatkan panggilan dari Polres Boyolali terkait adanya laporan dari emak-emak tersebut ada 3 laporan,” jelasnya.
Asri meminta kepada pihak kepolisian untuk menunda dulu pemanggilan tersebut karena korban masih dalam tahap pengobatan spikisnya.
“Saya mohon pihak Polres Boyolali selaku penegak hukum, dengan laporan baliknya emak-emak ini mohonlah ditunda dulu pemanggilan-pemanggilan karena korban ini sedang dalam tahap pengobatan,” ujarnya.
Kita juga sudah minta perlindungan kepada LPSK dan sesuai pasal 10 undang-undang LPSK untuk menunggu inkrak atau puutusan pengadilan.
“Kami mohon ditunda dulu proses hukumnya sambil menunggu putusan Inkrah. Karena apa dengan surat panggilan dari Polres ini untuk laporan balik dari Emak membuat psikis korban ini sulit, dan kasus yang pertama belum kelar, belum disidangkan Kenapa harus ditimpa lagi dengan korban harus menjadi saksi lagi dalam kasus yang sama,” tambah Asri.
Editor : Tata Rahmanta