Saat kejadian menurut suminto getaran dari longsor tersebut seperti gempa karena menggoyang seisi rumahnya seperti mau roboh. Hal itu juga dirasakan sejumlah tetangganya. Setelah getaran selesai, kemudian ia memeriksa bagian belakang rumahnya, ternyata talut pagar pekarangan milik tetangganya longsor menimpa rumahnya dan menutup akses jalan desa.
Tembok yang ikut ambrol diantaranya tembok kamar, tembok ruang tengah, tembok dapur, dan sebagian atap dapur rumahnya.
“ Semakin lama semakin kenceng goyangannya kaya gempat bumi. Tembok belakang rusak dan longsoran juga nutup akses jalan. Dan banyak juga barang rumah yang rusak tertimpa longsor,” tambahnya.
Sementara itu, relawan Desa Karanggeneng, Janadi, menjelaskan talut pagar pekarangan milik Sunarno tersebut longsor karena tergerus air hujan dengan intensitas tinggi. Talut yang longsor tersebut memiliki tinggi tiga setengah meter dan anjang sekitar 20 meter. Talut longsor tersebut menimpa rumah dan mengakibatkan tembok rumah ambrol, selain itu menutup akses jalan desa dan merobohkan talut jalan desa tersebut.
Editor : Tata Rahmanta