Di balik kecelakaan tersebut, terdapat kisah dramatis seorang pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Boyolali, Prihanto Widyan A (45), yang nyaris menjadi korban terlindas truk.
Saat kejadian, Prihanto sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio untuk menjalankan tugas mengantarkan surat ke Klinik Indra Medika.
Dia mengaku sempat melihat truk kontainer di depannya melaju perlahan menuju area atas SPBU. Namun, situasi mendadak berubah ketika kendaraan besar itu justru bergerak mundur.
Awalnya pergerakan truk masih terlihat lambat. Namun, beberapa saat kemudian kecepatannya semakin bertambah sehingga Prihanto menduga terjadi kerusakan pada sistem pengereman.
"Awalnya mundurnya pelan. Tapi lama-kelamaan kok makin cepat. Wah, saya batin ini kayaknya remnya ngeblong," kata Prihanto.
Menyadari truk akan menghantamnya, Prihanto mengambil keputusan berisiko dengan meninggalkan sepeda motornya. Dia melempar motor ke samping dan melompat ke tepi jalan untuk menyelamatkan diri.
"Saya lempar motor, lalu melompat pas ke ujung got (parit). Puji Tuhan, ada celah sedikit sehingga saya bisa keluar. Kalau tidak melompat, ya tidak tahu lagi nasib saya," tuturnya.
Prihanto beruntung lolos dari maut. Dia hanya mengalami luka lecet pada bagian kaki. Sebaliknya, sepeda motor Yamaha Mio miliknya hancur setelah terlindas roda belakang truk dan terperosok ke dalam parit.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
