Waduk Cengklik Boyolali Surut Lebih dari 50 Persen, Petani Ikan Terancam Gagal Panen

Tata Rahmanta
Usaha budidaya ikan air tawar menggunakan keramba jaring apung (KJA).Waduk Cengklik di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Boyolali Kamis (5/11/2026). Foto: Istimewa

Sementara itu, Camat Ngemplak, Muchsoni, membenarkan menyusutnya debit air Waduk Cengklik telah berdampak serius terhadap aktivitas masyarakat, terutama petani ikan keramba jaring apung.

"Produktivitas petani ikan sangat terdampak. Mereka terpaksa mengurangi pemberian pakan hingga aktivitas pembenihan," jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan. Bahkan, petani terancam mengalami gagal panen jika kemarau panjang terus berlangsung.

"Penurunan hasil panen bisa cukup drastis. Bahkan, tidak menutup kemungkinan petani mengalami gagal panen akibat kondisi waduk yang terus menyusut," ungkapnya.

Selain sektor perikanan, Muchsoni menyebut kekeringan juga berdampak terhadap lahan pertanian yang mengandalkan pasokan air Waduk Cengklik.

"Sebagian petani padi sudah mengantisipasi kekurangan air dengan memanfaatkan sumur dalam untuk mengairi sawah," pungkasnya.

Editor : Tata Rahmanta

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network