Dosen pendamping PKM-PI, Irfan Bahiuddin, pengembangan Intoco memadukan aspek rekayasa mesin, pengolahan pangan, dan pengelolaan usaha. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan mitra sekaligus meningkatkan efisiensi dan konsistensi proses tempering cokelat.
“Melalui inovasi ini, kami berharap Intoco dapat membantu mitra mengoptimalkan proses produksi, mengurangi tingkat kegagalan, serta mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha cokelat,” tuturnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
