BANYUWANGI, iNewsBoyolali.id – Kabupaten Banyuwangi terus membuktikan posisinya sebagai pionir pembangunan di Pulau Jawa.
Memanfaatkan letak geografisnya yang menjadi tempat pertama melihat matahari terbit di Pulau Jawa, Banyuwangi mengadopsi spirit "curi start" untuk bergerak lebih cepat dalam membangun daerah dan menyejahterakan masyarakatnya.
Hal ini disampaikan dalam acara Media Gathering 2026 Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina bersama sejumlah awak media yang berlangsung di Ballroom Hotel Kokoon, Banyuwangi, Jumat (10/7).
Acara yang mengambil tema ' The Future is Collaborative ; Sustaining our energy ' ini dihadiri oleh SKK Migas dan perwakilan jajaran Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina dan awak media di wilayah kerjanya.
Hadir pula Asisten Administrasi Umum Kabupaten Banyuwangi Budi Santoso sebagai keynote speaker, Dinas terkait, serta sejumlah narasumber.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Banyuwangi Budi Santoso, memaparkan bahwa tantangan pembangunan saat ini bukan lagi soal "bisa atau tidak bisa", melainkan "siapa yang cepat, dia yang menjadi pemenang".
"Dengan prinsip itulah, Banyuwangi terus bergerak maju menjadi lokomotif pembangunan, khususnya di wilayah Pulau Jawa, bagian ujung timur", ungkap Budi.
Tiga Unggulan Alam Banyuwangi
Ditambahkan Budi, secara alam, Banyuwangi dianugerahi potensi luar biasa yang menjadi modal kuat untuk bersaing. Setidaknya ada tiga destinasi wisata alam unggulan yang telah mendunia:
1. Kawah Ijen: Destinasi ikonik yang terkenal dengan fenomena Blue Fire-nya. Belum lengkap cerita kunjungan ke Banyuwangi jika belum menikmati keindahan Kawah Ijen.
2. Sukamade: Kawasan konservasi tempat penyu mendarat dan bertelur. Wisatawan dapat merasakan pengalaman langka melihat penyu bertelur secara langsung pada malam hari.
3. Plengkung (G-Land): Pantai yang diakui sebagai salah satu lokasi surfing (berselancar) terbaik di dunia, bersanding dengan Hawaii.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
