Pengusaha Lois Sutarto mengatakan FGD tersebut menjadi momentum untuk menyatukan berbagai potensi pariwisata yang tersebar di sejumlah wilayah Boyolali.
"Sebenarnya banyak kantong-kantong potensi. Bagaimana menyatukan dan mensinergikan sehingga pariwisata lebih berkembang. Kalau sudah berkembang, harapannya pendapatan masyarakat meningkat," kata Lois.
Menurutnya, Mahsun sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman dan gambaran mengenai pengembangan desa wisata yang telah dilakukan di Banyuwangi.
Konsep tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi Boyolali karena melibatkan banyak unsur di tingkat desa dan membangun sinergi antar-pemangku kepentingan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
