Salah seorang warga, Nining, mengatakan krisis air sudah dirasakan hampir dua bulan. Saat bantuan belum datang, warga terpaksa membeli air bersih seharga Rp120.000 per tangki.
"Kalau musim kemarau air sumur memang berkurang. Kalau kurang ya terpaksa beli air tangki. Harganya Rp120.000 per tangki dan diprioritaskan untuk kebutuhan dapur," ujarnya.
Tak hanya warga di sekitar lokasi distribusi, warga yang tinggal di kawasan perbukitan juga turun membawa berbagai wadah untuk mendapatkan air bersih. Mereka menghemat penggunaan air, bahkan sebagian mengaku hanya mandi dua hari sekali agar persediaan tetap mencukupi.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
