Puluhan Tahun Tak Teraliri Irigasi, 30 Hektare Lahan di Kulonprogo krisis Air

Kuntadi
Anggota Komisi III DPRD Kulonprogo Suradi besama perangkat Kaliurahan Palihan meninjau lahan pertanian yang puluhan tahun tak tersentuh irigasi di Palihan, Temon, Rabu (29/7/2026). (foto: Kuntadi)

Hanya saja, sudah beberapa tahun pasokan air ini tidak sampai di wilayah ini. Hal ini tidak lepas adanya kerusakan saluran irigasi yang ada di atasnya dan lantai selokan tanah sehingga air akan hilang. 

“Permasalahan ini akan kami bawa dalam rakor dengan bidang terkait. Harapannya nanti ada anggaran untuk perbaikan,” katanya. 

Suradi mengaku pada 1985, wilayah di Bayeman atau dikenal dengan Bulak Sikepan ini masih mendapatkan pasokan air dari saluran muka Karanganom, Kedundang. Selebihnya air tidak sampai dan pertanian mengandakan air hujan.

“Jadi musim penghujan air akan menggenang di situ. Tetapi kalau kemarau seperti ini tidak ada air,” ujar politisi PAN ini.

Suradi juga akan mengakses anggaran ke BBWSO atau ke Kementerian Pertanian untuk perbaikan irigasi. Alternatif dengan menggunakan panel tenaga surya untuk mengangkat air dari sumur-sumur yang dibuat petani. 

Editor : Tata Rahmanta

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network