PWI-LS Grobogan Tetap Tolak Pengajian yang Hadirkan Habaib, Polisi:Tak Ada Proses Hukum Pascabentrok
GROBOGAN, iNewsBoyolali.id – Pascabentrok saat pengajian Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dan KH Anwar Zahid di Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Perjuangan Wali Songo Laskar Sabilillah (PWI-LS) Grobogan menegaskan akan terus menolak seluruh kegiatan keagamaan yang menghadirkan para habaib di wilayah Grobogan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua PWI-LS Grobogan, Ghufron Zainuri atau Gus Jibril. Ia menyebut organisasinya akan terus merapatkan barisan untuk mencegah kedatangan habaib ke Grobogan.
“Ke depan kami akan tetap solid menghadang siapa pun yang mendatangkan habaib ke Grobogan. Kami menolak keras siapa pun habaibnya,” tegas Gus Jibril.
Menurutnya, penolakan dilakukan karena PWI-LS menilai para habaib mengajarkan ajaran khurafat yang dianggap menyimpang. Ia juga membantah adanya klaim bahwa Indonesia merupakan milik Tarim, Yaman, dan menegaskan kemerdekaan Indonesia diraih oleh perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia.
“Ajaran orang yang mengaku Ba’alawi itu ajarannya sangat menyimpang dari syariat dan sangat membahayakan negara terutama umat islam,” katanya.
Terkait aksi penggerudukan pengajian di Desa Ngraji beberapa hari lalu, Gus Jibril mengklaim justru pihaknya menjadi korban. Ia menyebut PWI-LS telah lebih dahulu mengirimkan surat imbauan kepada panitia dan kepolisian agar kegiatan tersebut tidak menghadirkan habaib, namun tidak mendapat tanggapan.
“ Kita ini sebenarnya yang menjadi korban, mengapa? Karena jauh hari kita sudah memberikan himbauan dan surati ke tuan rumah dan kepolisian tapi tidak direspon sama sekali hingga kita datang bersama laskan PWI ke acara pengajian tersebut,” jelasnya.
Dalam aksi tersebut, sekitar 700 anggota PWI-LS diterjunkan ke lokasi pengajian. Sejumlah anggota sempat diamankan warga dan aparat kepolisian ke dalam mobil patroli untuk meredam situasi.
Gus Jibril juga membantah tudingan bahwa anggotanya melakukan pelemparan batu ke arah massa. Menurutnya, kericuhan diduga dimanfaatkan oleh pihak lain untuk memperkeruh suasana.
“Tidak ada pelemparan batu dari anggota kami. Saya sudah mengetahui siapa saja yang bermain dalam bentrokan itu,” ujarnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
