Ampas kelapa dair proses produksi masih dimanfaatkan dan diolah menjadi kerupuk. Ampas dicampur dengan tepung tapioka, terigu, dan bumbu dapur. Selanjutnya dikukus, diiris tipis, dijemur, hingga siap digoreng menjadi kerupuk yang gurih.
Ketua HMPS Akuntansi UMBY, Muhammad Prilleo, menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"PPK Ormawa menjadi wadah bagi kami untuk mengimplementasikan ilmu kampus sekaligus belajar bersama masyarakat. Kami berharap inovasi ini bisa terus dikembangkan menjadi usaha rumah tangga," kata Prilleo.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Ika Wulandari mengaku bangga dengan mahasiswanya yang selama empat tahun berturut-turut meriah meraih hibah nasional.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan program inovatif yang relevan dan berdampak nyata bagi kebutuhan masyarakat," tutur Ika.
Dukuh XI Pleret, Harsono mengaku senang dengan pelatihan ini. Masyarakat bisa mendapat keterampilan baru untuk mengolah kelapa menjadi produk yang lebih bernilai. Mereka berharap pendampingan terus dilakukan agra produk yang dihasilkan bisa dikemas menarik dan bisa dipasarkan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
