Tim juga menghadirkan peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Fakhrusy Zakariyya untuk mengajarkan sistem budidaya untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta keberlanjutan usaha tani Kakao. Selain itu, proses panen, fermentasi, dan pengeringan yang tepat membantu menghasilkan biji Kakao dengan mutu lebih tinggi dan bernilai ekonomi lebih baik.
“Kalau warga konsisten dalam budidaya Kakao, wilayah ini berpotensi besar menjadi basis cokelat lokal yang baru dan mandiri di Kulonprogo,” katanya.
Petani juga diajak praktik lapangan, teknik pemangkasan yang tepat, guna meningkatkan kesehatan tanaman, produktivitas, dan kualitas buah Kakao.
Tim PkM UMBY berkomitmen mendampingi petani agar program yang dirancang bisa berjalan optimal. Mereka akan mendampingi petani secara berkala dalam memproduksi kompos, POC, dan biopestisida secara mandiri, hingga produk olahan limbah kulit Kakao ini siap dipasarkan secara luas.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
