KARANGANYAR, iNewsBoyolali.id – Untuk meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat, Wing Pendidikan (Wingdik) 400/Matukjur menggelar pelatihan dan sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi seluruh personel, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Wingdik 400/Matukjur ini diikuti oleh anggota Wingdik 400/Matukjur bersama jajaran Skadik 402, 403, dan 404. Pelatihan dipandu oleh tim kesehatan RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo dengan instruktur utama dr. Catur.
Dalam sesi materi, dr. Catur menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pertolongan pertama, terutama pada kasus henti napas mendadak, pingsan, dan gangguan sirkulasi.
“Langkah awal seperti memastikan kesadaran, membuka jalan napas, dan melakukan kompresi dada sangat menentukan keselamatan korban sebelum mendapat penanganan lanjutan,” jelasnya di hadapan peserta.
Selain menerima paparan teori, para peserta juga mengikuti simulasi langsung teknik dasar BHD, mulai dari pemeriksaan pernapasan, teknik resusitasi jantung paru (RJP), hingga pemberian napas buatan. Praktik ini dilakukan secara bergantian dengan pendampingan tenaga medis.
Komandan Wingdik 400/Matukjur Kolonel Pas Roni Wijaya, mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya siaga darurat di lingkungan satuan pendidikan TNI AU.
“Setiap personel harus memiliki kemampuan dasar menyelamatkan nyawa, tidak hanya saat bertugas, tetapi juga di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan ini turut dihadiri Danskadik 403 Letkol Pas Irvien Joni, Danskadik 404 Letkol Pom Yohanes Chandra, Danskadik 402 Mayor Pas Dwi Rizal Argian serta para pejabat Wingdik 400/Matukjur lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel memiliki keterampilan Bantuan Hidup Dasar yang standar dan siap diterapkan kapan pun dibutuhkan dalam situasi kedaruratan.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
