Sementara itu, Kasat Binmas Polres Boyolali Iptu Ignatius Andrean Setianto mengungkapkan fakta yang menjadi perhatian bersama, yakni sekitar satu dari tiga remaja mengalami masalah kesehatan mental, namun hanya sekitar dua persen yang mendapatkan penanganan.
“Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, khususnya pada generasi Z dan remaja,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Polres Boyolali terus berkomitmen menjalin kolaborasi dengan psikolog serta dokter psikiatri sebagai langkah konkret dalam upaya pencegahan. Menurutnya, pemahaman kesehatan mental tidak hanya penting bagi personel Polri, tetapi juga perlu disosialisasikan secara luas kepada masyarakat.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait
