"Sunan Kalijaga atau Raden Mas Said itu yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa lewat budaya kita wayang kulit. Jadi kita terinspirasi tokoh yang hebat," ujarnya.
Selain terinspirasi dari sosok Sunan Kalijaga, kata Wartoyo, pemberian nama itu juga terinspirasi dari sosok Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro atau Raden Mas Said Mangkunegaran.
"Raden Mas Said Mangkunegoro atau Mangkunegaran yang mulat sariro hangroso wani rumongso melu handarbeni dan melu hangrungkepi, sehingga di situ ada politik Tri Darma. Jadi yang punya semboyan yang dikenal dengan tijitibeh, mati siji mati kabeh, mukti siji mukti kabeh, itu semboyannya," ujarnya.
Editor : Tata Rahmanta
Artikel Terkait