Anak Diduga ODGJ Aniaya Ayah hingga Tewas di Boyolali, Korban Sempat Teriak Minta Tolong
BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Peristiwa tragis terjadi di Dukuh Garangan RT 02 RW 01, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026) pagi. Seorang petani lanjut usia bernama Subar (76) tewas diduga dianiaya anak kandungnya sendiri yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ).
Korban diduga dipukul menggunakan batu hingga mengalami luka parah di bagian kepala. Sebelum meninggal dunia, korban sempat berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Joni Aryanto, membenarkan peristiwa dugaan penganiayaan yang berujung kematian tersebut.
"Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh anak kandung yang diduga ODGJ sehingga mengakibatkan bapak kandungnya meninggal dunia," ujar Joni.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 05.20 WIB. Saat itu, tetangga korban bernama Miftahudin mendengar suara gaduh dari dalam rumah Subar.
Korban terdengar berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut juga didengar Ngateni, tetangga korban, yang mengaku mendengar Subar berulang kali meminta tolong.
"Orangnya ya itu, Mbah Subarnya ngomong tolong-tolong. Saya mati, aku mbok e tolong aku mati, gitu terus," ujar Ngateni saat ditemui di lokasi kejadian.
Mendengar teriakan tersebut, saksi kemudian mengintip melalui celah dinding rumah. Saat itu, korban terlihat sudah dalam posisi terlentang. Sementara pelaku bernama Joko Slamet diduga memukul bagian kaki korban untuk memastikan kondisinya.
Saksi kemudian memanggil warga lain dan Ketua RT. Namun, ketika kembali melihat ke dalam rumah melalui jendela, posisi korban sudah berpindah karena diduga diseret pelaku ke bagian belakang rumah.
Ngateni mengatakan, saat kejadian rumah tersebut hanya dihuni korban bersama pelaku. Istri korban, Wo Surip, sedang keluar untuk mencari rambanan atau pakan ternak sekaligus mengambil sayuran dan memasak di rumah lainnya.
"Di rumah ya sendiri sama Joko-nya itu. Bertiga sama istrinya, pas istrinya itu keluar ambil sayuran," katanya.
Menurut keterangan warga, korban awalnya diduga dianiaya di gang kecil di samping rumah. Setelah itu, tubuh korban diseret beberapa meter ke bagian belakang rumah.
"Pas ditemukannya di sebelah sana, belakang rumahnya ini. Kondisinya terlentang, kepalanya di kidul (selatan). Sudah enggak bernapas. Luka kepalanya itu banyak darah," jelas Ngateni.
Editor: Tata Rahmanta