Enam Embung di Boyolali Mengering, Pudam Pastikan Air Pelanggan Aman hingga Akhir 2026
Untuk menjaga pasokan, Pudam mengandalkan sumur pendukung dan sistem interkoneksi jaringan pipa. Dengan sistem tersebut, aliran air dapat dialihkan dari sumber yang masih memiliki cadangan menuju wilayah yang membutuhkan.
Pengaturan dilakukan melalui sistem buka-tutup aliran sehingga penggunaan air dari embung dapat dikendalikan dan cadangan yang tersisa tidak cepat habis.
Pudam juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi jika musim kemarau berlangsung hingga awal 2027. Langkah tersebut meliputi pembatasan waktu distribusi, penjadwalan aliran air, hingga pengiriman tangki darurat ke wilayah yang paling kritis.
Debit air yang dialirkan kepada pelanggan juga mulai disesuaikan agar distribusi tetap merata sekaligus menjaga ketersediaan cadangan air baku.
Dalam jangka panjang, Pudam Tirta Ampera terus mencari sumber air baku baru, khususnya di kawasan pegunungan. Salah satu upayanya dengan membangun penampungan atau catchment untuk menangkap aliran air permukaan.
Air yang sebelumnya langsung meresap ke dalam tanah akibat kondisi tanah yang porus tersebut nantinya dapat ditampung dan dialirkan kembali menuju embung sebagai tambahan cadangan air baku.
Editor: Tata Rahmanta