Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 14 Hari Dicari, Jenazah Korban KM Virgo Asal Boyolali Akhirnya Dipulangkan
Advertisement . Scroll to see content

Enam Embung di Boyolali Mengering, Pudam Pastikan Air Pelanggan Aman hingga Akhir 2026

Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:56 WIB
  • author Tata Rahmanta
Enam Embung di Boyolali Mengering, Pudam Pastikan Air Pelanggan Aman hingga Akhir 2026
Petugas Pudam Tirta Ampera Boyolali mengecek instalasi pipa air bersih, Senin (5/10/2026). Foto : iNewsBoyolali.id

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id — Musim kemarau panjang membuat enam dari delapan embung yang dikelola Perumda Air Minum (Pudam) Tirta Ampera Boyolali mengalami kekeringan. Meski demikian, perusahaan daerah tersebut memastikan pasokan air bersih bagi pelanggan masih aman hingga akhir 2026.

Direktur Utama Pudam Tirta Ampera Boyolali, Iwan Marwanto, mengatakan sejumlah sumber air baku mengalami penurunan debit, terutama sumber air permukaan yang mengandalkan rembesan.

Namun, kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu pelayanan kepada pelanggan. Pudam juga melakukan sejumlah rekayasa aliran untuk menjaga distribusi air tetap berjalan.

"Untuk pelanggan Pudam, sampai dengan bulan Oktober saat ini masih aman. Sampai nanti akhir tahun juga masih aman, walaupun memang ada beberapa sumber yang mengalami drop air, terutama sumber air dari permukaan yang merembes," ujar Iwan, Senin (5/10/2026).

Selain mempertahankan distribusi kepada pelanggan, Pudam Tirta Ampera juga ikut membantu penanganan kekeringan di sejumlah wilayah Boyolali. Penyaluran air bersih dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Hingga saat ini, sekitar 200 hingga 300 tangki air bersih telah didistribusikan. Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter.

Penyaluran air tidak hanya menyasar wilayah Boyolali Utara, tetapi juga sejumlah kawasan pegunungan, termasuk Kecamatan Tamansari dan sekitarnya.

Pudam juga melayani permintaan dropping air secara mandiri berdasarkan permohonan masyarakat maupun kelompok sosial yang membutuhkan bantuan air bersih.

Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Ampera, Yuffi Agtria Primajaya, mengatakan wilayah yang paling rentan mengalami krisis air adalah daerah yang sumber pasokannya bergantung pada embung.

"Kami melakukan pemantauan ketat terhadap sisa kapasitas air di embung-embung tersebut. Pengolahan air dibatasi dan diatur sesuai kebutuhan agar cadangannya dapat bertahan hingga perkiraan musim hujan tiba," jelas Yuffi.

Dari delapan embung yang dikelola Pudam, saat ini hanya dua yang masih memiliki persediaan air, yakni Embung Musuk dan Embung Pusporenggo.

Sedangkan enam embung lainnya telah mengering, yakni Embung Ringinlarik, Melikan, Cabean, Musuk 1, Watu Gajah, serta satu embung lainnya yang masuk dalam jaringan sumber air Pudam.

Untuk menjaga pasokan, Pudam mengandalkan sumur pendukung dan sistem interkoneksi jaringan pipa. Dengan sistem tersebut, aliran air dapat dialihkan dari sumber yang masih memiliki cadangan menuju wilayah yang membutuhkan.

Pengaturan dilakukan melalui sistem buka-tutup aliran sehingga penggunaan air dari embung dapat dikendalikan dan cadangan yang tersisa tidak cepat habis.

Pudam juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi jika musim kemarau berlangsung hingga awal 2027. Langkah tersebut meliputi pembatasan waktu distribusi, penjadwalan aliran air, hingga pengiriman tangki darurat ke wilayah yang paling kritis.

Debit air yang dialirkan kepada pelanggan juga mulai disesuaikan agar distribusi tetap merata sekaligus menjaga ketersediaan cadangan air baku.

Dalam jangka panjang, Pudam Tirta Ampera terus mencari sumber air baku baru, khususnya di kawasan pegunungan. Salah satu upayanya dengan membangun penampungan atau catchment untuk menangkap aliran air permukaan.

Air yang sebelumnya langsung meresap ke dalam tanah akibat kondisi tanah yang porus tersebut nantinya dapat ditampung dan dialirkan kembali menuju embung sebagai tambahan cadangan air baku.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut