Pemkab Blora Raih Penghargaan Mitra KKN Terbaik dari Universitas Budi Luhur
BLORA, iNewsBlora.id– Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menerima penghargaan sebagai Mitra Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Program KKN Bidang Pemberdayaan Masyarakat dari Universitas Budi Luhur.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kunjungan akademik Universitas Budi Luhur ke Pemkab Blora, Senin (5/10/2026), di Ruang Tamu Bupati Blora.
Penghargaan menjadi bentuk apresiasi atas dukungan Pemkab Blora dan masyarakat selama mahasiswa Universitas Budi Luhur menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah wilayah Blora.
Deputi Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Promosi Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Ir. Arief Wibowo, M.Kom., mengatakan penghargaan diberikan setelah kampus melakukan evaluasi terhadap sejumlah kabupaten dan kota yang menjadi lokasi KKN.
"Ini adalah penghargaan untuk Kabupaten Blora sebagai mitra terbaik bidang pelaksanaan KKN bidang pemberdayaan masyarakat, berkat keterbukaan masyarakatnya, keramah-tamahannya dan inovasi yang dihadirkan oleh masyarakat menjadikan Kabupaten Blora yang terbaik sebagai mitra kami," kata Arief.
Mahasiswa KKN Betah di Blora
Arief mengatakan Universitas Budi Luhur telah menempatkan mahasiswa untuk menjalankan KKN di Blora selama lebih dari dua tahun.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa dinilai mendapatkan pengalaman positif melalui interaksi dan kolaborasi langsung dengan masyarakat.
"Kami sudah lebih dari 2 tahun menempatkan mahasiswa di Blora dan Alhamdulillah, seluruh perjalanan mahasiswa di Blora itu menimbulkan kesan yang sangat positif, yang membuat mereka berat untuk meninggalkan Blora pada saat terakhir KKN," ujarnya.
Penetapan Blora sebagai mitra kabupaten terbaik dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator. Di antaranya penerimaan masyarakat, aktivitas mahasiswa, variasi program, serta hasil evaluasi keberhasilan pelaksanaan KKN.
Arief menyebut keterbukaan masyarakat Blora terhadap kolaborasi menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian tersebut.
Menurutnya, penghargaan tersebut dapat menjadi portofolio bagi Blora dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Universitas Budi Luhur juga berharap kerja sama dengan Pemkab Blora dapat terus diperluas.
Tawarkan Capstone Project
Selain memberikan penghargaan, Universitas Budi Luhur menawarkan pengembangan kerja sama melalui program Kampus Berdampak, salah satunya melalui Capstone Project.
Program tersebut melibatkan mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan atau kebutuhan nyata di masyarakat, sekolah maupun lingkungan pemerintahan. Hasil identifikasi kemudian dikembangkan menjadi solusi atau produk melalui proyek pembelajaran mahasiswa.
Arief mengatakan tahap awal program akan melibatkan Fakultas Teknologi Informasi dan Fakultas Komunikasi dengan durasi proyek sekitar tiga bulan.
"Dalam 3 bulan ke depan, kami mendatang apa kebutuhan-kebutuhan, mungkin masyarakat, sekolah, mungkin bagian dari tata pemerintahan, yang kiranya kami bisa sumbangshikan dari hasil proyek belajar mahasiswa," jelasnya.
Bupati Blora Sambut Kerja Sama
Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman menyambut baik penghargaan dan tawaran pengembangan kerja sama tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Budi Luhur yang selama ini telah menjadi mitra Pemkab Blora dalam program KKN, inovasi, pendampingan masyarakat serta pengembangan desa.
"Terima kasih, kami atas nama Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi, terima kasih untuk Universitas Budi Luhur yang selama ini sudah bermitra dengan kami baik itu dalam hal inovasi-inovasi maupun KKN yang dilaksanakan di Kabupaten Blora," kata Arief Rohman.
Bupati juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk kesempatan bagi generasi muda Blora untuk menempuh pendidikan di Universitas Budi Luhur.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dan perguruan tinggi memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya melalui pendampingan, motivasi dan penguatan kapasitas desa.
Pemkab Blora juga akan meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengidentifikasi kebutuhan yang dapat dikolaborasikan melalui program Capstone Project.
"Dengan OPD terkait kira-kira yang memungkinkan di tiga bulan ini, kira-kira apa yang perlu didorong, jadi percepat untuk kita lakukan inovasi di Kabupaten Blora," ujarnya.
Tak berhenti pada KKN dan proyek mahasiswa, Bupati mendorong pola kerja sama perguruan tinggi yang lebih berkelanjutan melalui desa binaan.
Pemkab Blora berharap setiap perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dapat memiliki setidaknya satu desa binaan yang dikembangkan secara berkelanjutan, termasuk dalam bidang UMKM dan teknologi informasi.
"Nanti kita minta satu perguruan tinggi minimal ada satu desa binaan yang benar-benar dibina dari sisi UMKM, dari sisi mungkin IT desanya dan sebagainya," pungkasnya.
Editor: Tata Rahmanta