Santri Diduga Dikeroyok Dua Kakak Kelas hingga Dirawat di RS, Ponpes Tempuh Mediasi
GROBOGAN, iNewsBoyolali.id – Kasus dugaan kekerasan kembali terjadi di lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Seorang santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas VIII di Pondok Pesantren Manba'ul A'la, Purwodadi, diduga dikeroyok dua kakak kelasnya hingga mengalami luka di bagian kepala dan wajah.
Korban yang masih di bawah umur tersebut kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Yakkum Purwodadi. Ia disebut mengalami luka memar di wajah serta pendarahan pada bagian belakang kepala setelah diduga menjadi korban kekerasan pada Selasa siang.
Peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama dua terduga pelaku hendak makan siang. Korban kemudian diduga ditarik oleh kedua terduga pelaku ke dalam sebuah kamar di lingkungan pondok.
Di dalam kamar tersebut, korban diduga mengalami kekerasan. Setelah kejadian, korban kemudian meninggalkan pondok dan berusaha pulang ke rumah dalam kondisi terluka.
Dalam perjalanan, korban bahkan sempat menghentikan seorang tukang becak dan meminta diantar menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah, keluarga korban mengaku terkejut melihat kondisi korban. Keluarga kemudian membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus mendatangi pihak pondok guna meminta penjelasan terkait peristiwa tersebut.
Pihak keluarga selanjutnya melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Grobogan.
Kakak kandung korban, Shela Putri Nur Hidayah, mengatakan keluarga sangat terpukul setelah mengetahui kondisi korban. Keluarga berharap kasus tersebut dapat ditangani secara serius dan memberikan kepastian hukum.
“Ibu saya langsung mendatangi pondok pesantren untuk mempertanyakan kejadian yang menimpa adik saya dan setelah itu saya buat laporan ke polisi,” jelas Shela Putri Nur Hidayah.
“Adik saya berusaha kabur dari pondok dengan kondisi sakit karena dipukuli. Waktu berjalan terhuyun-huyun di jembatan Getas, adik saya nyaris ambruk dan beruntung diantar tukang becak ke rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Manba'ul A'la, Ahmad Liwaul Hamdi yang biasa dipanggil Gus El, membenarkan adanya peristiwa kekerasan yang melibatkan santri di lingkungan pondok.
“Kejadian kemarin itu pas jam istirahat pada ishoma. Tapi saya sebagai pengasuh pondok juga berusaha untuk mencari titik temu dan kalau bisa damai biar tidak ada masalah lagi kedepannya,” ungkap Gus El.
Menurutnya, pihak pondok telah menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian. Sebelumnya, pihak pondok juga sempat mempertemukan keluarga korban dan keluarga terduga pelaku untuk melakukan mediasi.
Editor: Tata Rahmanta