Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ponpes di Boyolali Berencana Setop Terima MBG
Advertisement . Scroll to see content

Dua Warga Boyolali Hilang Usai Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam

Jum'at, 18 September 2026 | 20:16 WIB
  • author Tata Rahmanta
Dua Warga Boyolali Hilang Usai Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 masih menanti kabar, Jumat (18/9/2026), Foto: iNewsBoyolali.id

BOYOLALI, iNewsBoyolali.id — Dua warga Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, hingga Jumat (18/9/2026) masih belum diketahui keberadaannya setelah menjadi penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Kedua warga tersebut yakni Deny Dwi Saputra, warga Dukuh Mrican RT 001/RW 003, Desa Candi, dan Danang Heriyanto, warga Dukuh Dukuhan, Desa Candi. Keduanya diketahui bekerja sebagai sopir truk dan tengah membawa muatan ekspedisi menuju Banjarmasin.

Istri Danang, Maya Purwati (37), mengatakan suaminya berangkat dari rumah pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB bersama sejumlah rekannya. Komunikasi terakhir dengan suaminya berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) pagi.

Kabar kapal yang ditumpangi suaminya tenggelam baru diterima Purwati pada Minggu pagi dari adiknya. Awalnya ia tidak langsung mempercayai kabar tersebut hingga kemudian menghubungi sopir lain yang ikut dalam perjalanan.

"Setelah itu saya minta nomornya sopir yang lain atas nama Erwin. Belum saya telepon, dia sudah telepon saya. Posisi telepon saya itu sudah dalam keadaan menangis, teriak-teriak. Setelah itu, teman-teman suami saya, sopir-sopir itu berdatangan ke sini," ujar Purwati, Jumat (18/9/2026).

Sejak kabar tersebut diterima, Purwati berulang kali mencoba menghubungi suaminya. Namun, telepon tidak dapat tersambung. 

"Pesan WhatsApp yang saya kirim hanya menunjukkan satu tanda centang," ucap Purwanti.

Dalam kondisi penuh kekhawatiran, Purwati bahkan mengirim pesan kepada suaminya agar segera kembali ke rumah.

Selama ini, Danang telah bekerja sebagai sopir truk sekitar 20 tahun, meski tidak selalu membawa muatan ekspedisi. 

Kini, Purwati bersama ketiga anak perempuannya masih menunggu kepulangan Danang. Ketiga anak mereka masing-masing berusia 6,5 tahun, 13 tahun, dan 21 tahun.

"Kami berharap suami saya bisa pulang dalam keadaan selamat. Semoga bisa segera ditemukan," katanya.

Purwati mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum kejadian. Namun, ia teringat dalam dua bulan terakhir suaminya lebih sering memperhatikannya.

"Tidak ada firasat apa-apa sebelum kejadian ini, cuma dua bulan ini dia sering banget lihat saya. Misal saya nengok, dia masih lihat saya," tuturnya sambil menangis.

Sementara itu, istri Deny Dwi Saputra, Dewi Indrati (34), mengetahui kabar suaminya belum ditemukan setelah sejumlah rekan sopir datang ke rumahnya pada Minggu pagi.

Deny diketahui telah bekerja sebagai sopir truk sekitar tiga tahun. Sebelum kapal berangkat, Deny masih sempat berkomunikasi dengan istrinya melalui WhatsApp.

Dewi mengatakan suaminya sempat melakukan panggilan video pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 00.40 WIB. Namun, saat itu ia sedang tidur sehingga panggilan tersebut tidak terangkat.

"Saya telepon balik pukul 02.15 WIB, itu sudah tidak bisa dihubungi sampai sekarang. Saya berharap bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat, bisa pulang ke rumah lagi," ujar Dewi.

Sebelumnya, Deny juga sempat mengirim pesan kepada istrinya untuk berpamitan naik kapal pada Sabtu siang. Pesan tersebut awalnya hanya menunjukkan satu centang.

Kemudian pada Minggu sekitar pukul 00.26 WIB, Deny membalas pesan istrinya dengan tulisan "dalem sayang". Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 00.40 WIB, Deny kembali mencoba melakukan video call.

"Minggu pukul 00.26 WIB itu membalas 'dalem sayang'. Terus pukul 00.40 WIB video call tapi tidak keangkat. Saya sama sekali belum tahu kabar kapalnya bagaimana. Baru tahu saat teman-temannya datang ke sini," katanya.

Setelah mengetahui kabar tersebut, Dewi langsung berupaya mencari informasi mengenai keberadaan suaminya. Ia juga pergi ke Surabaya untuk melaporkan kondisi tersebut dan masih menunggu perkembangan informasi dari Banjarmasin.

"Saya cuma bisa berdoa dan berharap semoga bisa pulang dengan selamat. Apa pun yang terjadi, saya sudah ikhlas," ucap Dewi sambil menahan tangis.

Hingga Jumat (18/9/2026), keluarga kedua warga Desa Candi tersebut masih menanti kabar mengenai keberadaan Deny dan Danang. Keluarga berharap keduanya segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut