60 Pebalap Cilik Adu Cepat di Boyolali, Tiket Valencia Jadi Rebutan
BOYOLALI, iNewsBoyolali.id — Sebanyak 60 pembalap cilik dari berbagai daerah di Indonesia bersaing ketat dalam Kejurnas FIM MotoMini Indonesia Series 2026 yang digelar di Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) siang.
Para pebalap muda tersebut datang dari 17 provinsi, mulai Aceh hingga Papua. Mereka turun untuk memperebutkan posisi terbaik sekaligus membuka peluang tampil pada ajang internasional di Valencia, Spanyol.
Dalam seri Boyolali, terdapat tiga kelas yang dipertandingkan, yakni GP-0 FIM MotoMini 160cc, GP-2 FIM MotoMini 190cc, dan kelas Junior.
Promotor MotoMini Indonesia Series 2026, Maharani, mengatakan Sirkuit Boyolali dipilih karena memiliki lintasan yang dinilai memadai untuk menggelar kompetisi balap motor mini.
Selain faktor lintasan, penyelenggaraan kejuaraan juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Boyolali dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Peserta tahun ini ada sekitar 60 pebalap cilik dari 17 provinsi, mulai Aceh sampai Papua. Ada tiga kelas yang dipertandingkan, yaitu GP-0 FIM MotoMini 160cc, GP-2 FIM MotoMini 190cc, dan kelas Junior,” ujar Maharani.
Sporting Manager MotoMini Indonesia, Harlan Fadhillah, menyebut persaingan para pebalap muda pada seri tahun ini semakin kompetitif.
Menurutnya, kemampuan para peserta mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari catatan waktu yang mampu dipangkas hingga sekitar satu detik dibandingkan sebelumnya.
“Persaingannya cukup ketat dan sangat kompetitif. Semua peserta berhasil meningkatkan kecepatan sekitar satu detik,” kata Harlan.
Sejumlah pebalap, di antaranya Muhammad Ali Mahmud dan Samaro Tungga Kaligis, turut menjadi bagian dari persaingan dalam perebutan posisi terdepan.
Ketatnya persaingan membuat setiap pebalap dituntut mampu menjaga konsentrasi dan konsistensi sejak awal hingga akhir balapan.
Kejurnas FIM MotoMini Indonesia Series 2026 tidak hanya menjadi arena untuk menentukan juara nasional. Posisi dua besar di setiap kelas juga memiliki arti penting karena berhak mendapatkan kesempatan membela Indonesia pada Final FIM MiniGP World Series 2026 di Valencia, Spanyol.
Final tersebut dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November 2026.
Maharani mengatakan peluang tampil di Valencia menjadi salah satu motivasi utama para pebalap untuk memberikan penampilan terbaik di setiap seri.
“Juara satu dan dua di setiap kelas nantinya akan mewakili Indonesia di Final FIM MiniGP World Series 2026 di Valencia, Spanyol, pada pertengahan November,” ujarnya.
Salah satu peserta, Muhammad Ali Mahmud, mengaku persaingan di Sirkuit Boyolali berlangsung seru sekaligus menantang.
Selain harus menghadapi pebalap lain yang memiliki kemampuan kompetitif, kondisi cuaca panas dan karakter lintasan menjadi tantangan tersendiri.
“Seri Boyolali cukup seru dan sangat menantang. Cuaca panas dan sirkuit juga menjadi tantangan,” kata Ali.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, Ali tetap optimistis mampu mempertahankan performanya. Ia bertekad tampil fokus dalam setiap balapan demi mempertahankan posisi teratas.
“Saya akan terus fokus dan berusaha mempertahankan nomor satu agar bisa mewakili Indonesia di final di Valencia,” ujarnya.
Persaingan di Sirkuit Boyolali menjadi salah satu tahapan penting bagi para pebalap muda untuk mengamankan posisi dua besar sekaligus mendapatkan kesempatan tampil pada Final FIM MiniGP World Series 2026 di Valencia, Spanyol.
Editor: Tata Rahmanta