Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Terindikasi Memiliki Mobil, Tukang Tambal Ban di Blora Dicoret dari Bansos dan BLT
Advertisement . Scroll to see content

Miris! Keluarga Miskin Dan Buta Dicoret Dari Bansos, Kini Hanya Mengandalkan Tetangga

Senin, 07 September 2026 | 12:48 WIB
  • author Rustaman Nusantara
Miris! Keluarga Miskin Dan Buta Dicoret Dari Bansos, Kini Hanya Mengandalkan Tetangga
Supriyanti, Warga Miskin Asal Desa Pandanharum, Gabus, Grobogan, Mengalami Kebutaan Sejak Lima Tahun Lalu, Dicoret Dari Data Penerima Bansos sejak Enam Bulan Lalu. (Foto: iNews)

GROBOGAN, iNewsBoyolali.id – Nasib memprihatinkan dialami satu keluarga di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Tiga anggota keluarga yang hidup dalam kondisi serba kekurangan dan kebutaan justru tidak lagi menerima bantuan sosial sejak sekitar enam bulan terakhir.

Ketiganya adalah Supriyanti, 56 tahun, bersama kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia dan mengalami kebutaan permanen. Mereka kini hanya mengandalkan bantuan dari tetangga dan sanak saudara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Supriyanti yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga juga sudah tidak mampu bekerja. Mantan tenaga kerja wanita tersebut mengalami kebutaan permanen sejak sekitar lima tahun lalu setelah mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang dari tempatnya bekerja di perantauan. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan munculnya tumor di kepalanya.

Seluruh harta yang diperoleh Supriyanti selama bekerja sebagai TKW bahkan habis digunakan untuk biaya pengobatan. Kini, dalam kondisi tidak bisa bekerja dan kedua orang tuanya juga sudah tidak mampu mencari nafkah, keluarga tersebut kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Untuk makan sehari-hari, warga sekitar secara bergantian membantu memberikan makanan dan minuman.


Supriyanti mengalami kebutaan kini tinggal bertiga bersama kedua orang tuanya yang sudah jompo dan hanya mengandalkan belas kasihan orang lain (Foto: iNews).

Supriyanti mengaku sebelumnya masih menerima bantuan sosial dari desa. Namun, bantuan tersebut dihentikan sekitar enam bulan lalu. Ia mendapat informasi bahwa namanya dicoret dengan alasan penerima bantuan harus digantikan oleh warga lainnya.

“Sudah enam bulan ini saya tidak dapat bantuan yang dulu hanya dapat dari desa. Bantuan sosial lainnya tidak pernah dapat. Waktu saya tanyakan ke perangkat desa katanya dicoret dengan alasan gantian dengan warga lain,” ujar Supriyanti.

Keluhan keluarga tersebut kemudian mendapat perhatian dari Dinas Sosial Kabupaten Grobogan. Petugas sempat datang ke rumah Supriyanti untuk melakukan pendataan dan survei.

Namun, hingga kini keluarga tersebut mengaku belum mendapat kepastian mengenai kelanjutan bantuan sosial yang mereka butuhkan.

“Kemarin sudah ada petugas ke sini, survei, dan hanya diminta sabar,” katanya.

Berdasarkan data dari Kecamatan Gabus, keluarga Supriyanti saat ini tercatat dalam kategori desil enam. Kategori tersebut membuat mereka tidak lagi masuk dalam kelompok yang menjadi prioritas penerima sejumlah bantuan sosial pemerintah.

Kondisi tersebut membuat keluarga Supriyanti mempertanyakan hasil pendataan. Sebab, secara kondisi ekonomi, mereka mengaku masih sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keluarga Supriyanti berharap pemerintah, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, berlaku bijak dan adil dengan kembali melakukan verifikasi dan pendataan secara menyeluruh agar kondisi mereka benar-benar menjadi pertimbangan dalam penentuan penerima bantuan.

Mereka juga meminta agar pemerintah memberikan kejelasan terkait status kepesertaan bantuan sosial dan tidak membiarkan keluarga tersebut bertahan hanya dengan mengandalkan belas kasihan warga sekitar.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut