Krisis Air Bersih Meluas di Boyolali, Warga Terpaksa Jual Ternak Demi Air
BOYOLALI, iNewsBoyolali.id – Krisis air bersih akibat kemarau panjang semakin meluas di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Warga di sejumlah wilayah kini hanya mengandalkan bantuan droping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk kebutuhan ternak.
Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, yang berada di lereng Gunung Merapi. Sumber air warga mengering setelah tidak turun hujan selama sekitar tiga hingga empat bulan terakhir.
Akibatnya, warga terpaksa membeli air bersih jika bantuan droping tidak datang. Harga air mencapai Rp175 ribu hingga Rp300 ribu untuk satu tangki.
Bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi, kondisi tersebut semakin membebani. Bahkan, ada warga yang terpaksa menjual ternak demi mendapatkan air bersih.
Salah satu warga Desa Mriyan, Marsih, mengatakan sumber air di wilayahnya mulai mengering sejak hujan terakhir turun sekitar tiga hingga empat bulan lalu.
Menurut Marsih, air bantuan sangat dibutuhkan karena digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga maupun ternak.
"Sumber air sudah mengering sejak tiga sampai empat bulan lalu, sejak terakhir turun hujan," ujar Marsih, Minggu (6/9/2026)
Ia mengatakan warga kini sangat bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah maupun pihak swasta.
"Kalau tidak ada droping, kami terpaksa membeli air. Airnya untuk minum, memasak, mencuci, dan juga untuk ternak," katanya.
Editor: Tata Rahmanta