Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gudang Rosok di Boyolali Terbakar, Api Nyaris Ludeskan Bangunan Joglo Ponpes
Advertisement . Scroll to see content

Krisis Air Bersih Meluas di Boyolali, Warga Terpaksa Jual Ternak Demi Air

Senin, 07 September 2026 | 08:00 WIB
  • author Tata Rahmanta
Krisis Air Bersih Meluas di Boyolali, Warga Terpaksa Jual Ternak Demi Air
Warga Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Boyolali, memberi minum ternak, Minggu (6/9/2026). (Foto : iNewsBoyolali.id).

BOYOLALI, iNewsBoyolali.idKrisis air bersih akibat kemarau panjang semakin meluas di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Warga di sejumlah wilayah kini hanya mengandalkan bantuan droping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk kebutuhan ternak.

Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, yang berada di lereng Gunung Merapi. Sumber air warga mengering setelah tidak turun hujan selama sekitar tiga hingga empat bulan terakhir.

Akibatnya, warga terpaksa membeli air bersih jika bantuan droping tidak datang. Harga air mencapai Rp175 ribu hingga Rp300 ribu untuk satu tangki.

Bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi, kondisi tersebut semakin membebani. Bahkan, ada warga yang terpaksa menjual ternak demi mendapatkan air bersih.

Salah satu warga Desa Mriyan, Marsih, mengatakan sumber air di wilayahnya mulai mengering sejak hujan terakhir turun sekitar tiga hingga empat bulan lalu.

Menurut Marsih, air bantuan sangat dibutuhkan karena digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga maupun ternak.

"Sumber air sudah mengering sejak tiga sampai empat bulan lalu, sejak terakhir turun hujan," ujar Marsih, Minggu (6/9/2026)

Ia mengatakan warga kini sangat bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah maupun pihak swasta.

"Kalau tidak ada droping, kami terpaksa membeli air. Airnya untuk minum, memasak, mencuci, dan juga untuk ternak," katanya.

Harga air yang cukup mahal membuat warga harus mencari berbagai cara agar kebutuhan tetap terpenuhi. Marsih mengaku pernah menjual ternak untuk membeli air.

"Pernah sampai menjual ternak untuk mencukupi kebutuhan air," ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Komunitas Relawan Squad Indonesia Chapter Boyolali turut menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Mriyan pada hari Minggu (6/9/2026).

Ketua Komunitas Relawan Squad Indonesia Chapter Boyolali, Aldila Fajri, mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kemarau panjang.

"Kami sengaja menyalurkan bantuan air bersih karena warga di sini mengalami krisis air akibat kemarau panjang," kata Aldila.

Berdasarkan data yang dihimpun komunitasnya, jumlah warga terdampak di wilayah tersebut mencapai sekitar 3.000 kepala keluarga (KK).

Aldila menyebut kondisi warga semakin memprihatinkan karena ada masyarakat yang harus menjual ternak untuk membeli air bersih.

"Ada informasi warga sampai menjual ternak untuk membeli air. Karena itu kami ingin sedikit membantu meringankan beban mereka," ujarnya.

Pihaknya berencana terus menyalurkan bantuan air bersih secara rutin hingga musim penghujan tiba.

"Ke depan kami akan rutin menyalurkan bantuan air bersih sampai musim penghujan datang," imbuh Aldila.

Sementara itu, berdasarkan hasil mitigasi dan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, kemarau panjang tahun ini berdampak terhadap puluhan wilayah.

Tercatat sebanyak 33 desa dan 95 dukuh yang tersebar di 11 kecamatan mengalami krisis air bersih. Wilayah terdampak tidak hanya berada di lereng Gunung Merapi, tetapi juga kawasan Boyolali bagian utara.

Pemerintah Kabupaten Boyolali bersama sejumlah stakeholder, komunitas, dan pihak swasta terus melakukan penyaluran air bersih ke wilayah terdampak.

Hingga saat ini, total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 2,5 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kemarau panjang.

Krisis air bersih diperkirakan masih menjadi persoalan bagi warga hingga hujan kembali turun. Pemerintah dan berbagai pihak pun terus melakukan distribusi air untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut