Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Produk Olahan Kelapa Binaan Mahasiswa UMBY Diminati Wisatawan, 3 Jam Tembus Jutaan Rupiah
Advertisement . Scroll to see content

Pemahaman Kurang, 100 Petani Kulon Progo Dilatih Mencampur Pestisida Terbatas

Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:02 WIB
  • author Kuntadi
Pemahaman Kurang, 100 Petani Kulon Progo Dilatih Mencampur Pestisida Terbatas
Dinas Pertanian Kulonprogo menggelar training of user Pestisida Terbatas di Aula Balai penuluh Pertanian, Wates, Rabu (12/8/2026). (foto: Kuntadi)

KULONPROGO, iNewsboyolali.id - Sebanyak 100 petani di Kulonprogo dilatih mencampur pestisida. Langkah ini diambil karena belum semua petani memahami dosis dan takaran yang tepat untuk membasmi gulma dan hama.

“Petani kita jarang yang membaca takaran atau dosisi. Mereka kerap hanya bertanya kepada petani lain,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpan) Kabupaten Kulon Progo drh Drajat Purbadi saat membuka  Training of User Pestisida Terbatas di Aula UPT Penyuluhan Pertanian Kulon Progo, Rabu (12/8/2026). Pelatihan bersama menggandeng Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) ini mengundang 100 petani Kulonprogo dari perwakilan 12 kapanewon. 

Drajat menyoroti minimnya literasi petani saat mengaplikasikan herbisida dan pestisida di lapangan. Sebagian besar petani dinilai hanya mengandalkan kebiasaan atau saran sesama rekan tanpa mencermati petunjuk di kemasan.

"Penggunaan takaran harus presisi—kalau berlebihan memicu penimbunan bahan kimia di lingkungan, kalau kurang rumputnya tidak mati," ujar Drajat.

Tak hanya soal takaran, Drajat juga menyoroti keteledoran dalam tata kelola alat dan wadah. Banyak kasus hewan ternak keracunan akibat ember bekas pencampuran pestisida langsung dipakai untuk pakan (ngombor) tanpa dicuci bersih terlebih dahulu. Selain itu, penggunaan tangki semprot (sprayer) bekas pestisida untuk desinfektan tanpa pembersihan menyeluruh kerap berakibat fatal pada kesehatan ternak dan unggas.

"Penggunaan pestisida yang tidak beraturan justru memunculkan masalah baru dan merusak ekosistem, termasuk mematikan serangga penyerbuk yang berguna," tegasnya.

Editor: Tata Rahmanta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut