get app
inews
Aa Text
Read Next : APPSI Boyolali Optimistis Sudaryono Mampu Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

Ratusan Siswa SD di Grobogan Makan MBG di Halaman Sekolah, Debu Beterbangan akibat Ruang Kelas Rusak

Kamis, 23 Juli 2026 | 11:25 WIB
header img
Siswa SDN Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Menikmati MBG di Halaman Sekolah Sejak Beberapa Bulan Lalu. Foto: iNews

GROBOGAN,iNewsBoyolali.id- Ratusan siswa SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, terpaksa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di halaman sekolah karena empat ruang kelas mengalami kerusakan berat. Saat angin kencang berembus, debu beterbangan dan mengganggu siswa yang sedang makan. Pihak sekolah berharap pemerintah segera membangun kembali ruang kelas yang ambrol demi keselamatan dan kenyamanan belajar siswa.

Ratusan siswa SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, terlihat menyantap Makan Bergizi Gratis secara berjamaah di halaman sekolah, Kamis pagi. Saat proses makan berlangsung, angin kencang tiba-tiba bertiup sehingga debu beterbangan dan mengganggu suasana.

Sejumlah siswa berlari mencari tempat yang lebih aman, sedangkan yang lain berusaha melindungi makanan agar tidak tercampur debu.


Kondisi Bangunan Sekolah SDN Tanggirejo Ambrol dan Nyaris Roboh.

Kegiatan makan di halaman sekolah sudah menjadi rutinitas sejak awal tahun 2026. Penyebabnya, empat ruang kelas mengalami kerusakan berat akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan rapuh. Puncaknya, pada April lalu, salah satu ruang kelas ambrol. Beruntung, kejadian itu terjadi saat tidak ada aktivitas belajar mengajar.

“Untuk anak-anak kita bebaskan mau makan MBG dimana di ruang kelas atau di halaman. Tapi mereka nyaman dihalaman. Semua kelas saya pindahkan pada tahun ajaran baru ini karena kondisi ruangan sudah sangat membayakan guru dan siswa,” ucap Jiwariyah.

Kondisi dua ruang kelas lainnya juga dinilai sangat membahayakan, sehingga sejak awal Juli seluruh ruang tersebut dikosongkan untuk menghindari risiko bagi siswa dan guru.


Siswa SDN Tanggirejo Makan MBG Bersama di halaman Sekolah Diterpa Angin Bercampur Debu.

“Bangunan rusak sejak awal Januari 2026 lalu, menimpa rusng kelas 5. Dan April kemarin kembali rusak dimana atap rusng kelas 6 ambrol. Mungkin karena bangunan sudah lapuk, “ujarnya.

Akibat kerusakan itu, proses belajar mengajar dilakukan dengan sistem bergantian menggunakan ruang kelas yang masih layak. Bahkan, mushola sekolah juga difungsikan sebagai ruang belajar untuk siswa kelas lima.

“Sekarang untuk kelas 1,2 dan 3 bergantian dan kita sekat 1 ruang kelas untuk 2 kelas. Untuk kelas 6 kita kasih 1 ruangan untuk pelaksanaan ujian,” tegasnya.

Editor : Tata Rahmanta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut